This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 Januari 2017

Framework role dari IT dalam e-business, Enterprise resource planning systems, Supply chain management (SCM) software, Customer relationship management (CRM)

Paket Solusi untuk Ebusiness

 
• Framework role dari IT dalam e-business
• Enterprise resource planning systems
• Supply chain management (SCM) software
• Customer relationship management (CRM)
 

 

Framework role dari IT dalam e-business

 
Peranan IT dalam Bisnis :
 
1. Mempermudah Cara Komunikasi
Bagi banyak perusahaan, email adalah sarana utama komunikasi antara karyawan, pemasok dan pelanggan. Email adalah salah satu pendorong awal Internet, Penggunaannya sangat mudah dan relatif jauh lebih murah jika dibandingkan dengan faksimile untuk berkomunikasi. Selama bertahun-tahun, sejumlah alat komunikasi lainnya juga berkembang, yang memungkinkan para staf untuk saling berkomunikasi dengan menggunakan sistem chat (chatting), alat pertemuan online dengan sistem konferensi video seperti webinar, Voice over internet protocol (VOIP) dan masih banyak lagi lainnya.
 
2. Memberikan Pengetahuan dan Sumber Informasi
Melalui internet, anda hanya membutuhkan satu klik dan semua informasi sudah tersedia di depan mata Anda. Semakin banyak pengetahuan yang anda peroleh mengenai bisnis, maka semakin berkembang pula bisnis yang sedang anda kelola. Selain itu anda dapat dengan mudah untuk mencari informasi yang berkaitan dengan kompetitor anda.
 
3. Manajemen Data
Deretan lemari arsip yang berisikan dokumen-dokumen perusahaan sekarang sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi oleh beberapa perusahaan, dengan adanya database. Saat ini, sebagian besar perusahaan menyimpan versi digital dari dokumen pada server dan perangkat penyimpanan. Dokumen-dokumen ini menjadi langsung tersedia bagi semua orang di perusahaan, terlepas dari lokasi geografis mereka. Perusahaan yang mampu menyimpan dan memelihara sejumlah besar data historis secara ekonomis, dan karyawan dapat mengakses langsung dokumen yang mereka butuhkan.
  
4. Sistem Informasi Manajemen
Menyimpan data hanya menguntungkan jika data yang dapat digunakan secara efektif. Perusahaan progresif menggunakan data itu sebagai bagian dari proses perencanaan strategis serta pelaksanaan taktis dari strategi itu. Sistem Informasi Manajemen (SIM) memungkinkan perusahaan untuk melacak data penjualan, biaya dan tingkat produktivitas. Informasi ini dapat digunakan untuk melacak profitabilitas dari waktu ke waktu, memaksimalkan laba atas investasi dan mengidentifikasi bidang yang perlu perbaikan. Manajer dapat melacak penjualan setiap hari, yang memungkinkan mereka untuk segera bereaksi terhadap angka yang lebih rendah dari perkiraan dengan meningkatkan produktivitas karyawan atau mengurangi biaya item.

5. Customer Relationship Management
Perusahaan menggunakan TI untuk memperbaiki cara mereka merancang dan mengelola hubungan terhadap pelanggan. Customer Relationship Management (CRM) sebuah sistem yang dapat menangkap setiap interaksi perusahaan terhadap para pelanggan, sehingga terdapat data kronologis pelanggan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, bagaikan data record. Salah satu contohnya pelanggan menghubungi call center karena mendapatkan masalah, mengenai informasi pengiriman barang yang ia pesan. Dengan adanya CRM staff perusahaan dapat segera memberitahukan keberadaan barang pesanan pelanggan. Karena seluruh interaksi disimpan dalam sistem CRM. Pelanggan pun menjadi tenang, karena mendapatkan pelayanan yang memuaskan, Hal ini memberikan keuntungan bagi perusahaan sehingga dapat lebih meningkatkan kinerja terhadap produktivitas.
 
6. Aktivitas Bisnis Selama 24 Jam
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi sangat membantu para pelaku bisnis untuk melakukan aktivitas jual beli selama 24 jam, tidak seperti toko offline yang segala aktivitasnya sangat dibatasi oleh ruang dan waktu.
Seiring dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, Para pelaku IT mulai gencar memanfaatkan kemajuan tersebut. Khususnya dalam bidang Teknologi Informasi, para pelaku IT dapat memperoleh kemudahan dalam setiap urusannya. Dunia bisnis sudah sangat kompetitif dimana ada banyak persaingan untuk dapat terus berkembang. Diperlukan kreativitas, kegigihan, dan pengetahuan yang maju agar bisa bersaing di dalamnya. Melihat banyaknya fungsi yang diperoleh dari teknologi informasi, sangat jelas kalau kita akan sangat membutuhkannya. 
 
 
 
Enterprise Resource Planning Systems





ERP adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. Atau dengan kata lain ERP digunakan untuk mengelola seluruh aktifitas perusahaan termasuk keuangan, produksi, HRD, marketing, supply chain, logistics, dll. SAP adalah perusahaan yang memiliki pangsa pasar (marketshare) terbesar di dunia untuk software ERP.
 
Karakter Sistem ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce , Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
 
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office Syistem ,yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce , Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain. Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik,jika didukung aplikasi dan infrastruktur komputer baik Hardware / software sehingga pengolahan dapat dilakukan dengan mudah .
 
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning ( MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
 
Sistim ERP dibagi atas beberapa sub-sistim yaitu sistim Financial, sistim Distribusi, sistim Manufaktur, sistim Maintenance dan sistim Human Resource. Industri analis TI seperti Gartner Group dan AMR Research telah sejak awal tahun 90an memantau dan menganalisa paket-paket aplikasi yang tergolong dalam sistim ERP. Contoh paket ERP antara lain: SAP, Baan, Oracle, IFS, Peoplesoft dan JD.Edwards.
  
Untuk mengetahui bagaimana sistim ERP dapat membantu sistim operasi bisnis kita, mari kita perhatikan suatu kasus kecil seperti di bawah ini :
Katakanlah kita menerima order untuk 100 unit Produk A. Sistim ERP akan membantu kita menghitung berapa yang dapat diproduksi berdasarkan segala keterbatasan sumber daya yang ada pada kita saat ini. Apabila sumber daya tersebut tidak mencukupi, sistim ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdaya yang diperlukan, sekaligus membantu kita dalam proses pengadaannya. Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi, sistim ERP juga dapat menentukan cara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan. Dalam proses ini, tentunya segala aspek yang berhubungan dengan keuangan akan tercatat dalam sistim ERP tersebut termasuk menghitung berapa biaya produksi dari 100 unit tersebut.
 
  
Implementasi ERP
 
Implementasi sistem ERP tergantung pada ukuran bisnis, ruang lingkup dari perubahan dan peran serta pelanggan. Perusahaan membutuhkan jasa konsultasi, kustomisasi dan jasa pendukung.
 
Migrasi data adalah salah satu aktifitas terpenting dalam menentukan kesuksesan dari implementasi ERP. Sayangnya, Migrasi data merupakan aktifitas terakhir sebelum fase produksi. Langkah strategi migrasi data yang dapat menentukan kesuksesan implementasi ERP:  
  1. Mengidentifikasi data yang akan di migrasi
  2. Menentukan waktu dari migrasi data
  3. Membuat template data
  4. Menentukan alat untuk migrasi data
  5. Memutuskan persiapan yang berkaitan dengan migrasi
  6. Menentukan pengarsipan data 
 
 
Kelebihan ERP : 
  1. Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.
  2. Rancangan Perekayasaan
  3. Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
  4. Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks
  5. Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan
  6. Akuntasi untuk keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti  
 
Kelemahan ERP : 
  1. Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
  2. Sistem ERP sangat mahal
  3. Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif
  4. ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
  5. Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
  6. Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan. 
 
Definisi dan deskripsi ERP dapat disimpulkan adanya kesamaan ide dan kata kunci utama pada ERP, yaitu adanya aspek perencanaan yang terintegrasi di suatu organisasi atau perusahaan dengan tujuan agar dapat merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi dan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan baik. 
 
Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik, jika didukung oleh seperangkat aplikasi dan infrastruktur komputer baik software dan hardware sehingga pengelolaan data dan informasi dapat dilakukan dengan mudah dan terintegrasi. 
 
Beberapa software ERP opensource yang ada dipasaran, setiap software mempunyai beberapa kelebihan tertentu dan biasanya ada beberapa perbedaan spesifik yang ada dimasing-masing software 
 
1. Compiere ERP 
2. Apache OFBiz 
3. Openbravo ERP 
4. Opentabs



Supply Chain Management (SCM) Software 
 
Supply Chain Management (SCM) Software atau perangkat lunak manajemen rantai pasokan adalah perangkat lunak atau modul yang digunakan dalam melaksanakan transaksi rantai pasokan, mengelola hubungan pemasok dan mengendalikan proses bisnis yang terkait. 
 
Sementara fungsi dalam sistem seperti itu umumnya meliputi : 
 
1. Customer pemrosesan order  
2. Purchase manajemen  
3. Inventory penerimaan 
4. Barang dan manajemen Gudang 
5. Supplier Manajemen / Sourcing 
 
Persyaratan banyak SCMS sering mencakup peramalan. alat tersebut sering mencoba untuk menyeimbangkan perbedaan antara penawaran dan permintaan dengan meningkatkan proses bisnis dan menggunakan algoritma dan analisis konsumsi rencana masa depan kebutuhan yang lebih baik.  
 
SCMS juga sering mencakup integrasi teknologi yang memungkinkan organisasi untuk perdagangan secara elektronik dengan mitra rantai suplai.  
 
Bergeser ke Cloud Berbasis (SaaS) Teknologi 
 
SCMS adopsi tumbuh lebih cepat dari pasar perangkat lunak aplikasi enterprise yang lebih luas. Pendapatan tahunan dari SCMS (baik lokal dan berbasis SaaS) mencapai $ 10 miliar pada 2014, meningkat 12 persen dibanding tahun 2013.
 
Sementara perangkat lunak berbasis lokal masih lebih banyak digunakan daripada solusi SaaS untuk SCMS pada tahun 2014, proyek Gartner bahwa sekitar dua pertiga dari pertumbuhan adopsi SCMS antara tahun 2015 dan 2018 akan didasarkan pada model berlangganan SaaS: didorong oleh realisasi pertumbuhan manfaat layanan berbasis cloud, pasar SCMS SaaS berbasis tumbuh sekitar 24 persen pada 2014 dan diproyeksikan akan terus tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan 19 persen (CAGR), mencapai $ 4400000000 dalam penjualan tahunan pada tahun 2018. 
 
 
Tujuan utama dari SCM adalah:
 
1. Penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen. 
2. Mengurangi biaya 
3. Meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan) 
4. Mengurangi waktu 
5. Memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi 
 
 
 
Komponen SCM dan Teknologi 
 
Sistem SCM memiliki kemampuan sebagai berikut: 
  1. Aliran informasi bergerak sangat cepat dan akurat antara elemen jaringan supply chain seperti: Pabrik, Suppliers, Pusat distribusi, Konsumen, dan sebagainya). 
  2. Informasi bergerak sangat cepat untuk menanggapi perpindahan produk.
  3. Setiap elemen dapat mengatur dirinya.
  4. Terjadi integrasi dalam proses permintaan dan penyelesaian produk.
  5. Kemampuan internet. 
 
Peralatan fungsional yang dimiliki sistem SCM adalah:  
  1. Demand management/forecasting : Perangkat peralatan dengan menggunakan teknik-teknik peramalan secara statistik. Perangkat ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil peramalan yang lebih akurat.
  2. Advanced planning and scheduling : Suatu peralatan dalam rangka menciptakan taktik perencanaan, jangka menengah dan panjang berikut keputusan-keputusan menyangkut sumber yang harus diambil dalam rangka melengkapi jaringan supply.
  3. Transportation management : Suatu fungsi yang berkaitan dengan proses pendisitribusian produk dalam supply chain.
  4. Distribution and deployment : Suatu alat perencanaan yang menyeimbangkan dan mengoptimalkan jaringan distribusi pada waktu yang diperlukan. Dalam hal ini, Vendor Managed Invetory dijadikan pertimbangan dalam rangka optimalisasi.
  5. Production planning : Perencanaan produksi dan jadwal penjualan menggunakan taraf yang dinamis dan teknik yang optimal.
  6. Available to-promise : Tanggapan yang cepat dengan mempertimbangkan alokasi, produksi dan kapasitas transportasi serta biaya dalam keseluruhan rantai supply .
  7. Supply chain modeler : Perangkat dalam bentuk model yang dapat digunakan secara mudah guna mengarahkan serta mengontrol rantai supply. Melalui model ini, mekanisme kerja dari konsep supply chain dapat diamati.
  8. Optimizer : The optimizer ibarat jantung dari sistem supply chain management. Dalamnya terkandung: linear & integer programming, non-linear programming, heuristics and genetic algorithm. Genetic algorithm adalah suatu computing technology yang mampu mencari serta menghasilkan solusi terbaik atas jutaan kemungkinan kombinasi atas setiap parameter yang digunakan 
 
 
Permasalahan yang biasa terjadi pada Supply Chain Management adalah :  
  1. Distribusi Konfigurasi Jaringan: Jumlah dan lokasi supplier, fasilitas produksi, pusat distribusi ( distribution centre/D.C.), gudang dan pelanggan.
  2. Strategi Distribusi: Sentralisasi atau desentralisasi, pengapalan langsung, Berlabuh silang, strategi menarik atau mendorong, logistik orang ke tiga.
  3. Informasi: Sistem terintregasi dan proses melalui rantai suplai untuk membagi informasi berharga, termasuk permintaan sinyal, perkiraan, inventaris dan transportasi dsb.
  4. Manajemen Inventaris: Kuantitas dan lokasi dari inventaris termasuk barang mentah, proses kerja, dan barang jadi.
  5. Aliran dana: Mengatur syarat pembayaran dan metodologi untuk menukar dana melewati entitas didalam rantai suplai.
Saat ini konsumen menjadi semakin kritis, mereka menuntut penyediaan produk secara tepat tempat, tepat waktu. Perusahaan manufaktur yang antisipatif akan hal tersebut akan mendapatkan pelanggan sedangkan yang tidak antisipatif akan kehilangan pelanggan. Supply chain management menjadi satu solusi terbaik untuk memperbaiki tingkat produktivitas antara perusahaan-perusahaan yang berbeda.
 
 
  
CRM (Costumer Relation Management) 
 
Costumer Relation Management adalah salah satu aplikasi dari ilmu MIS. Dalam sebuah industri yang perkembangannya pesat. Costumer adalah mata rantai yang tak terpisahkan dari struktur industri. Mengapa? Karena kostumer lah yang menjadi pembeli dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kita. Sebuah perusahaan tak akan pernah bisa berjalan dengan baik apabila tak ada yang membeli produk atau jasanya. Dunia bisnis sekarang ini telah menjadi semakin sulit dan semakin crowded. Banyak sekali competitor yang selalu bermunculan dengan ide-ide baru dan inovasi tercanggih setiap saatnya. Akibatnya kostumer tentu akan memiliki banyak sekali pilihan, jika ia tak puas dengan layanan sebuah perusahaan ia akan dengan mudah berpindah ke produsen yang lain. Bagaimana caranya agar kostumer tersebut tidak melakukan hal itu dan selalu loyal terhadap produk perusahaan kita? CRM lah salah satu jawabannya. 
 
CRM adalah sebuah strategi bisnis yang berbasis kostumer, seperti strategi bisnis lainnya tujuan akhir dari CRM adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan pendapatan. Sedangkan tujuan utama dari CRM adalah meningkatkan kepuasan pelanggan. Beberapa teknologi yang melatarbelakangi CRM diantaranya adalah mendapatkan, menyimpan, analisis terhadap kostumer, vendor, partner, dan proses informasi internal. 
 
Sedangkan fungsi-fungsi lain yang mendukung CRM adalah sales, marketing, training, pengembangan professional, manajemen performa, human resource development, dan kompensasi. Keseluruhan teknologi dan fungsi-fungsi yang melingkupi CRM haruslah terintegrasi sebagai bagian tak terpisahkan strategi bisnis yang fokus pada kostumer. Karena banyak dari perusahaan yang mengimplementasikan CRM namun sayangnya hanya terbatas pada instalasi software CRM saja, tanpa adanya will untuk meletakkan kostumer diatas segalanya. 
 
 
 
Teknologi pendukung CRM
 
 
1. Costumer Database 
Sebuah sistem tak akan pernah berjalan dengan baik tanpa adanya database. Begitu pula dengan CRM ini. Yang menjadi tulang punggung dari sistem ini tak lain dan tak bukan adalah database dari kostumer. Informasi yang diperoleh dari konsumen baik berupa interaksi dengan perusahaan dan prospek kedepannya akan sangat berharga, termasuk juga informasi yang diperoleh dari order kostumer, informasi tentang support yang diberikan, request kostumer, complain, interview dan survey yang telah diberikan. Bagi sistem CRM kesemua hal itu adalah input yang sangat berharga bagi perusahaan.
 
2. Costumer Intelligence
Costumer intelligence adalah sebuah upaya untuk mengkotak-kotakkan kostumer sesuai dengan needs dan kebutuhannya masing-masing. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan bantuan software atau manual manusia. Setelah ia dikotak-kotakkan kita akan dengan mudah memasukkan kostumer itu kedalam permainan strategi bisnis perusahaan. Contohnya adalah pembagian kostumer potensial, kostumer biasa, dan kostumer tak potensial. Ini akan memudahkan kita untuk mengetahui apakah kostumer itu cukup puas atau tidak.

3. Costumer Capacity and Competency Development
Tujuan utama dari teknologi pendukung ini adalah continous improvement yang memungkinkan perusahaan berada sedikit lebih dekat dengan apa yang dimaui oleh kostumer. Sistem yang kompleks memang dibutuhkan untuk mencapai hal ini, tapi bukan hanya itu saja, praktek langsung jauh lebih powerful untuk mencapai level kepuasan pelanggan yang diinginkan, kombinasi sempurna dari manusia dan teknologi akan menghasilkansalah satu core competencies yang memungkinkan perusahaan terus berada di depan dalam kompetisi CRM. Kesuksesan dalam memilih tools, teknologi, dan praktek langsung akan kemudian ditiru oleh perusahaan yang lain ketika kombinasi itu terbukti sukses. Hal ini akan menyebabkan perusahaan kita menjadi market leader dalam CRM. Tentu saja market leader tak kan dapat dipertahankan lama bila tak ada perubahan dinamis didalam perusahaan yang disesuaikan dengan pergerakan keinginan kostumer.
 
 4. Operasional CRM
Kaena kekuatan utama dari CRM adalah database dari kostumer, maka yang paling bertanggung jawab dalam penyediaan data ini tak lain adalah front office, yaitu tak lain adalah sales, marketing, dan juga tak ketinggalan service. Setiap interkasi dengan kostumer akan dicatat dan masuk dalam sistem kontak history kostumer. Jika memang dibutuhkan data ini akan bisa diolah kembali untuk kepentingan perusahaan. Salah satu kelebihan yang diperoleh dari kontak history kostumer adalah kostumer dapat berinteraksi dengan berbagai macam contact channel di dalam perusahaan dari waktu ke waktu tanpa harus menjelaskan pada para officer komplain apa saja yang telah mereka hadapi terdahulu.
 
 
 
Yang perlu diperhatikan dalam CRM :
 
CRM adalah sebuah sistem yang berbasis akan database kostumer, informasi dari kostumer akan dengan segera diekstrak demi kepentingan perusahaan. Dalam proses pengumpulan data sebagai bagian dari solusi CRM, sebuah perusahaan harus mengingat bahwa privasi costumer dan kemanan data harus menjadi prioritas utama. Beberapa penerap CRM yang baik malah tidak memperbolehkan data kostumernya di-share atau diakses oleh pihak ketiga. Dalam hal ini mereka telah melakukan hal yang benar. Yaitu perlindungan terhadap data dan privasi kostumer.

Video yang berhubungan dengan Basic SEO :

Video yang berhubungan dengan Basic SEO :


Link:




 

 

E-Commerce, Internet, Analisis Sistem, Database, Derajat Relasi, Desain, Perangkat Lunak Penunjang


E-Commerce, Internet, Analisis Sistem, Database,
 
Derajat Relasi, Desain, Perangkat Lunak Penunjang



 
 
Pengertian E-Commerce 
 
Menurut David Baum pengertian e-commerce dapat kita artikan sebagai berikut : 
 
“E-commerce adalah satu set dinamis teknologi, apliaksi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik“ 
 
E-commerce bukanlah sekedar mekanisme penjualan barang atau jasa melalui medium internet, tetapi lebih pada sebuah transformasi bisnis yang merubah cara-cara perusahaan dalam melakukan aktivitas usahanya sehari-hari.
 
 

Kerangka Dasar E-Commerce 

Aplikasi e-Commerce disusun berdasarkan infrastruktur teknologi yang sudah ada, yaitu kombinasi antara komputer, jaringan komunikasi dan software komunikasi sehingga menjadi Information Superhighway.
 
Aplikasi e-Commerce tidak akan berjalan tanpa hal-hal yang terdapat dalam infrastruktur berikut : 
  1. Jasa bisnis umum, sebagai jasa untuk proses pembelian dan penjualan.
  2. Distribusi pesan dan informasi, sebagai sarana pengiriman dan pengambilan informasi.
  3. Isi multimedia dan publikasi jaringan, untuk pembuatan produk dan sarana mengkomunikasikannya.
  4. Information Superhighway, sebagai landasan utama untuk penyediaan sistem highway (jalan utama) dimana seluruh aktivitas e-Commerce akan menggunakan jalan utama tersebut.  
Selain itu, ada 3 faktor yang patut dicermati oleh kita jika ingin membangun toko e-Commerce yaitu : variability, visibility dan velocity.
 
 
Jenis-Jenis E-Commerce 
  
1. Business to Business E-Commerce memiliki karakteristik: 
  • Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
  • Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partnernya.
  • Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
2. Business to Consumer E-Commerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
  • Servis yang diberikan bersifat umum (generi) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
  • Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
  • Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.
 
Karakteristik E-Commerce 
 
1.Transaksi Tanpa Batas 
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-internasional. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya secara internasional. 
 
2.Transaksi Anonim 
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang pembayaran telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan,yang biasanya dengan kartu kredit.
 
3. Produk Digital dan Non Digital
Produk-produk seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
 
4.Produk Barang Tak Berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce dengan menawarkan barang tak berwujud seperti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
 
 
Mekanisme E-Commerce 
 
Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Aplikasi konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjualan. 
 
Selanjutnya cara pembayaran yang dapat dilakukan oleh konsumen tersebut dapat memilih dengan:
  • Transaksi model ATM
  • Pembayaran langsung antar dua pihak yang bertransaksi tanpa perantara
  • Dengan perantaraan pihak ketiga
  • Dengan micropayment
  • Dengan anonymous digital cash 
Pada intinya mekanisme pembayaran dengan menggunakan SET ini melibatkan beberapa pihak yaitu:
  • Issure, yaitu institusi financial yang mengeluarkan kartu bank
  • Cardholder, yaitu konsumen yang telah terdaftar di issuer
  • Merchant, yaitu penjual barang atau jasa atau informasi
  • Arquirer, yaitu institusi finansial yang menyediakan pelayanan untuk memproses transaksi ke bank
  • CA, yaitu lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan sertifikat digital
Apabila proses pembayaran tersebut telah diotoritas, maka proses selanjutnya adalah pengiriman barang. Cara pengiriman barang tersebut disediakan dengan macam produk yang diperdagangkan. Untuk produk yang berupa barang-barang berwujud, maka pengirimannya dilakukan melalui pengiriman biasa, sedangkan untuk barang-barang tak berwujud seperti jasa, software atau produkdigital lainnya maka pengiriman melalui proses download. 
 
Kontak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanilas dan A.Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu: 
  1. Kontak melalui chatting dan video conference : Alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan memiliki gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini.  
  2. Kontak melalui e-mail : Penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawaran, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
  3. Kontak melalui web atau situs : Kontak melalui web dapat dilakukan dengan menggunakan situs web seorang supplier memiliki diskripsi prodak atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contractio, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.  
 
Internet
 
Internet adalah suatu jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional yang memungkinkan komunikasi data antar komputer yang terhubung ke jaringan tersebut.
 
Internet awalnya merupakan suatu rencana dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Departement of Defense) pada sekitar tahun 1960. Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET atau Advanced Research Project Agency Network. Beberapa universitas di Amerika Serikat diantaranya UCLA, Stanford, UC Santa Barbara dan University of Utah, diminta bantuan dalam mengerjakan proyek ini dan awalnya telah berhasil menghubungkan empat komputer di lokasi universitas yang berbeda tersebut. Perkembangan ARPANET ini cukup pesat jika dilihat perkembangan komputer pada saat itu. Sebagai gambarannya pada tahun 1977, ARPANET telah menghubungkan lebih dari 100 mainframe komputer dan saat ini terdapat sekitar 2 juta host jaringan yang terhubung pada jaringan ini. Oleh karena itu istilah internet menjadi semakin populer, dan orang menyebut jaringan besar komputer tersebut dengan istilah Internet.
 
 
 
Protokol

Agar komputer-komputer dalam suatu jaringan dapat berkomunikasi, maka dibutuhkan suatu protokol atau suatu aturan standar komunikasi baik antar komputer maupun antara jaringan komputer, seperti IPX/SPX yang biasa digunakan oleh NOVELL Netware, NETBIOS/NETBEUI biasa digunakan oleh jaringan Microsoft LAN Manager ataupun Microsoft Windows Networking, AppleTalk yang biasa digunakan oleh jaringan komputer Apple Macintosh dan sebagainya. 
 
Ada satu protokol yang dikembangkan oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), dalam pengembangan dari ARPANET dan juga digunakan oleh jaringan komputer berbasis system operasi UNIX yaitu protocol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol). Protokol TCP/IP ini menjadi standar protokol yang digunakan pada jaringan internet, karena TCP/IP dikembangkan untuk dapat diterapkan di hampir segala jenis platform komputer,biasa dikenal dengan konsep open system.
 
 
IP (Internet Protocol)

Gambaran yang umum tentang TCP/IP adalah gabungan dari dua protokol komunikasi yang dipakai untuk komunikasi data, TCP kepanjangan dari transmission control-protocol dan IP kepanjangan dari Internet Protocol. Kedua protokol tersebut dipakai untuk menyatakan sekelompok protokol yang memiliki kaitan dengan protokol TCP dan IP seperti User Datagram Protocol (UDP), File Transfer Protocol (FTP), Terminal Emulation Protocol (TELNET), dan lain-lain.
 
Internet Protocol (IP) adalah mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP yang sifatnya unreliable dan connectionless. Banyak yang mengistilahkan dengan best effort delivery, artinya bahwa IP menyediakan no error checking atau tracking. Jika diperlukanreliabilitas maka IP mesti dipasangkan dengan protokol yang reliable misalya TCP.
 
 
TCP (Transmission Control Protocol )

TCP merupakan protokol CO virtual-circuit yang setara dengan layer transport. Pengiriman data dilakukan byte demi byte secara sinkron dan stream (mengalir), sehingga pesan disampaikan dalam segmen-segmen (atau paket) berukuran tidak tetap, tidak fixed-size. Dalam pesan tersebut terdapat identifikasi unik pelayanan host berupa nomor (soket). Penerima juga akan memberikan nomor soket yang unik untuk dikembalikan kepada penerima. Diperoleh (srchost, srcport, dsthost, dstport) yang unik untuk sebuah komunikasi pada layer TCP.
 
TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer dalam jaringan. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut (misalnya mengirim e-mail, transfer file dan sebagainya). Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain dalam sebuah jaringan komputer.
 
  
 
Kelas IP Address
 
Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address dikelompokan ke dalam kelas-kelas. Dasar pertimbangan pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP address. IP address ini dikelompokan kedalam 5 kelas : Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlah. 
 
Pembagian kelas-kelas IP address :
  1. Network ID : Bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukan jaringan tempat komputer itu berada.
  2. Host ID : Bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukan workstation, server, router, dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut. Dalam satu jaringan host ID ini harus unik (tidak boleh ada yang sama).
 

Metode Pengalamatan di Internet
 
Dengan konsep dari protokol TCP/IP, setiap komputer yang terhubung dengan jaringan TCP/IP, ‘secara teori’ harus mempunyai suatu alamat yang unik (tidak ada yang sama). Alamat ini dikenal sebagai Internet Protocol Number (IP Number / IP address). Satu IP address mempunyai suatu nama untuk dapat mempermudah mengidentifikasi suatu komputer di Internet atau host. Host adalah suatu komputer yang terhubung dengan jaringan yang dalam hal ini adalah internet.
  • Domain. Dalam tata cara penamaan suatu host dikenal istilah domain, yang digunakan untuk menentukan posisi hirarki host dari jaringan internet ini. Penentuan IP address dan nama domain tidak dapat dilakukan secara sembarangan, permohonan harus diajukan kepada Intenet Network Information Center (Inter NIC). 
  • Identitas id Internet. Sesuai dengan tata cara penamaan domain di internet, maka tata cara penamaan host di internet sesuai dengan posisi pada hirarki domain dan sub-domain dari host tersebut.
  • Koneksi ke Internet. Untuk dapat terkoneksi dengan internet kita perlu terhubung dengan host atau jaringan yang telah terkoneksi dengan jaringan internet. Atau dengan kata lain kita perlu koneksi dengan Internet gateway. 
  • Internet Service Provider. Online service atau yang disini dikenal dengan sebutan Internet Service Provider (ISP) adalah suatu perusahaan atau badan baik pemerintah maupun swasta yang dapat memberikan fasilitas layanan koneksi ke jaringan Internet bagi jaringan yang terhubung kepadanya. ISP yang ada saat ini dapat berupa ISP yang bersifat tertutup dan ISP yang bersifat umum. 
  • Server. Pada suatu jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet dapat ditempatkan satu atau lebih komputer yang berfungsi sebagai server atau komputer yang dapat diakses baik dari jaringan tersebut maupun dari jaringan internet.
Ada berbagai jenis server yang dapat ditempatkan pada jaringan yang terkoneksi dengan internet, diantaranya adalah :
  • Domain name Service (DNS) Server
  • Mail Server
  • File Transfer Protocol (FTP)server
  • Web Server
 
 
Aplikasi Internet 
  • Electronic Mail (E-mail). Dengan e-mail anda dapat mengirim dan menerima surat, pesan, dokumen, secara elektronik dengan pemakai lain di Internet yang mempunyai alamat e-mail.
  • News Usenet. Digunakan sebagai sarana untuk berdiskusi antar pemakai jaringan internet. 
  • Transfer File. Untuk dapat mengirimkan dan mengambil data yang disimpan dalam bentuk file, digunakan aplikai FTP antara pemakai dengan suatu FTP server. 
  • Remote Login – Telnet. Telnet adalah suatu aplikasi remote login internet yang memungkinkan anda untuk log-in atau menggunakan komputer yang berbeda di jaringan secara interaktif. 
  • World Wide Web. WWW atau yang biasa disebut dengan web saja, bekerja menggunakan teknologi yaitu hypertext, yang kemudian dikembangkan menjadi suatu protocol aplikasi yaitu HTTP (HyperText Transfer Protocol). 
  • Teleconference. Konferensi jarak jauh untuk banyak pemakai sekaligus dan bahkan media tidak hanya berbasis teks melainkan dalam bentuk suara bahkan gambar.
 
Konsep Dasar Analisis Sistem
 
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi ke dalam bagian komponennya dengan maksud untuk mendefinisikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahannya, hambatan-hambatan yang terjadi dalam kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.  
  
Kegiatan analisis sistem sangat berorientasi pada manusia. Kegiatan ini mempunyai kriteria yaitu : 
  • Mendefinisikan apa saja yang harus dilakukan oleh sistem, yang berhubungan dengan pemakai.
  • Melakukan negosiasi secara intensif, karena masing-masing pengguna sistem mempunyai keinginan.
  • Lebih berorientasi pada pencegahan kesalahan. 

Database
 
Database atau Basis Data adalah kumpulan data-data yang disimpan dalam suatu file atau beberapa file atau secara operasional database adalah daftar yang terdiri dari beberapa kolom yang masing-masing kolom berisikan satu jenis (item) data.
Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam beberapa sudut pandang, seperti: 
  • Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
  • Kumpulan data yang saling berhubungan yang saling disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa pengulangan (redudansi) yang tidsk perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
  • Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
 
Istilah dalam Sistem Manajemen Basis Data
 
Ada beberapa istilah atau definisi yang digunakan dalam sistem manajemen basis data, antara lain :
  • Entitas : Orang, tempat, kejadian (konsep) yang informasinya direkam. 
  • Atribut : Setiap entitas mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entitas. 
  • Nilai / isi data : Data aktual informasi yang disimpan pada tiap data. 
  • Record / Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu atau seseorang. 
  • File : Kumpulan file-file yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut sama, namun berbeda isi datanya. 
  • Database : Kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara file-file dengan file lainnya sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu. 
  • Database Management System (DBMS) : Kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaanya.

Alat-Alat Analisis Sistem 
  • Flow Map adalah bagan alir yang menunjukkan arus dari dokumen berupa laporan dan formulir-formulir tembusan.
  • Diagram Konteks adalah arus data yang berfungsi untuk menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-bagian luar (kesatuan luar). Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data atau tujuan data yang berhubungan dengan sistem informasi tersebut.
  • Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
  • Data Dictionary (Kamus Data) merupakan katalog (tempat penyimpanan) dari elemen-elemen yang berada dalam satu sistem, berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. 
Kamus data mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut : 
  • Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.
  • Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran misalnya alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos.
  • Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
  • Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran.
  • Mendeskripsikan hubungan detil antar penyimpanan yang akan menjdai titik perhatian dalam Diagram Keterhubungan Entitas (E-R).


Kardinalitas / Derajat Relasi  
  • Satu ke Satu (One to One). Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
  • Satu ke Banyak (One to Many). Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas
    pada himpunan. 
  • Banyak ke Satu (Many to One). Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan 
  • Banyak ke Banyak (Many to Many). Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A. 
Pengertian Desain

Desain merupakan langkah pertama dalam fase pengembangan sistem bagi setiap produk atau sistem yang direkayasa. Desain dapat didefiniskan sebagai “proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya”. 
Tujuan desainer adalah untuk menghasilkan suatu model atau representasi dari entitas yang kemudian akan dibangun. Proses dimana model dikembangkan menggabungkan intuisi dan penilaian berdasarkan pengalaman dalam membangun entitas yang sama, serangkaian prinsip dan atau heuristik yang menuntun cara di mana model disusun, serangkaian kriteria yang memungkinkan penilaian terhadap kualitas, dan suatu proses iterasi yang membawa kepada suatu representasi desain akhir.
Perangkat Lunak Penunjang
 
1. (PHP : Hypertext PreeProcessor) merupakan bahasa pemograman scripting yang bersifat open source. PHP adalah salah satu bahasa Server-side yang didesain khusus untuk aplikasi web. PHP dapat disisipkan diantara bahasa HTML dan karena bahasa Server side, maka bahasa PHP akan dieksekusi di server, sehingga yang dikirimkan ke browser adalah “hasil jadi” dalam bentuk HTML, dan kode PHP anda tidak akan terlihat.
Keunggulan PHP adalah : Tingkat akses yang lebih cepat; Tingkat lifecycle yang cepat sehingga selalu mengikuti perkembangan teknologi internet, mampu berjalan di beberapa server web, seperti Apache, Microsoft IIS, PWS, phttpd, fhttpd, AOLServer dan Xitami; Mampu berjalan di Linux sebagai platform Sistem Operasi yang utama, juga dapat berjalan di FreeBSD, Unix, Solaris, dan Windows; Mendukung akses ke beberapa database baik yang bersifat gratis atau komersial, seperti mSQL, MySQL, Informix, dan MicrosoftSQL Server; Bersifat Open Source.
 
2. MySQL merupakan sebuah database yang berbasiskan server database. Kemampuannya dalam menangani RDBMS (Relational Database Management System) membuat database ini sangat popular saat ini. MySQL mampu mengelola data yang sangat besar hingga ukuran Gigabyte. MySQL dapat digunakan untuk kepentingan komersial maupun personal (non profit). Database server itu sendiri merupakan suatu software yang bertugas untuk melayani permintaan (request) query dari client. 
Sebagai database server yang memiliki konsep database modern, MySQL memiliki banyak keistimewaan, diantaranya : 
  • Protability, MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FeeBSD, dan lain-lain.
  • Open Source, MySQL di distribusikan secara open source, sehingga dapat digunakan secara bebas.
  • Multi User, MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah. Hal ini memungkinkan sebuah database server MySQL dapat diakses client secara bersamaan.
  • Performance Tuning, MySQL memiliki kecepatan yang tinggi dalam menangani query. Dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL persatuan waktu.
  • Column Type, MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks seperti signed, unsigned, integer, float, double, char, varchar, text, date, time, timestamp, year, sert dan enum.
    Commad dan Function, MySQL, memilki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah select dan where dalam query. 
  • Security, MySQL memiliki lapisan-lapisan sekuritas seperti level subnet mask, nama host dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.
  • Scalability dan Limits, MySQL mampu menangani database dengan skala besar dengan jumlah record lebih dari 50 juta dan 60 juta tabel serta 5 miliar baris. Selain itu, batas index yang dpat ditampung mencapai 32 indeks pada setiap tabelnya. 
  • Connectivity, MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protokol TCP/IP, UNIX, SOCET atau name pipes (NT). 
  • Locallisation, deteksi pesan kesalahan pada client dengan menggunakan lebih dari 20 bahasa.
  • Interface, terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface). 
  • Client dan Tools, dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online. 
  • Struktur Tabel, yang lebih fleksibel menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya semacam prostigre SQL maupun Oracel.
 

Software software CMS yang digunakan untuk e commerce

Software software CMS yang digunakan untuk e commerce
 


Pengertian CMS dan E-Commerce
  • CMS kepanjangan dari Content Management System. CMS merupakan sebuah aplikasi web atau software web yang tujuannya untuk memudahkan dalam pengelolaan (upload,edit,menambahkan,dll) konten dalam sebuah website/blog/aplikasi web tanpa harus dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis tanpa harus memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman web.
  • E-commerce adalah istilah untuk semua jenis bisnis, atau transaksi komersial, yang melibatkan transfer informasi internet dan jaringan komputer lainnya. E-commerce memungkinkan konsumen untuk secara elektronik bertukar barang dan jasa tanpa hambatan waktu atau jarak.
  • Saat ini banyak perusahaan bisnis yang membangun sistem ecommerce mereka dengan menggunakan beberapa cms yang dapat anda temui di internet. hal ini dilakukan agar menghemat waktu pembuatan sistem mereka , sehingga tidak perlu lagi membangun sebuah sistem aplikasi ecommerce dari awal yang bisa memakan waktu dan biaya.
 
Software software CMS yang digunakan untuk e commerce :
  1. Magento adalah profesional cms open source eCommerce menawarkan fleksibilitas belum pernah terjadi sebelumnya dan kontrol. Diluncurkan pada tanggal 31 Maret 2008 dan dikembangkan oleh Varien (sekarang Magento Inc), ia dirancang dengan gagasan bahwa setiap pelaksanaan eCommerce harus unik karena tidak ada dua bisnis yang serupa. Magento dibangun dengan menggunakan Zend Framework.It menggunakan nilai Entity-atribut (EAV) model database untuk menyimpan data.
  2. OpenCart merupakan sumber PHP berbasis sistem keranjang belanja online terbuka. Sebuah solusi e-commerce yang kuat untuk pedagang Internet dengan kemampuan untuk membuat bisnis online sendiri dan berpartisipasi dalam e-commerce dengan biaya minimal. OpenCart dirancang kaya fitur, mudah digunakan, SEO Friendly dan dengan antarmuka visual menarik.
  3. PrestaShop adalah Open-source software e-commerce yang paling dapat diandalkan dan fleksibel.Sejak tahun 2007, PrestaShop telah merevolusi industri dengan menyediakan fitur yang melibatkan pembeli dan meningkatkan penjualan online.
  4. WordPress adalah salah satu CMS yang paling populer di dunia. WordPress dapat digunakan untuk membuat jenis website seperti website perusahaan, forum, majalah, berita, jejaring sosial, situs e-commerce dan banyak lagi. Jika Anda ingin membuat website e-commerce berbasis wordpress Anda hanya menginstal wp e-commerce pada Anda blog wordpress.
  5. osCommerce adalah cms e-commerce Open Source terkemuka yang tersedia secara gratis di bawah GNU General Public License 
  6. Alegrokart. E-commerce open source gratis, MVC Design, sistem template modulasi, PHP 5, MySQL 5 database, beberapa bahasa dan pembaruan otomatis. 
  7. Axiscommerce adalah e-commerce sistem manajemen konten yang kuat dan bebas yang memiliki struktur modular yang fleksibel dan dukungan yang luar biasa untuk tema utama dan modul kustom. 
  8. Onxshop CMS menawarkan terintegrasi dalam konteks editing dan kebebasan desain. Ini juga platform e-commerce yang stabil digunakan dalam lingkungan produksi, sejak tahun 2006.
  9. osCmax adalah aplikasi web yang kuat e-commerce/shopping cart. Menginstal dalam hitungan menit, dan akan berjalan dengan sangat baik bahkan pada account hosting kecil. 
  10. TomatoCart adalah platform e-commerce terbaik, Anda dapat memilih untuk memperluas bisnis online Anda ke berbagai perusahaan. Menampilkan fleksibilitas, desain modular dan antarmuka pengguna yang intuitif, software ini jenis e-commerce opensource yang mampus membawa Anda ke mimpi Anda untuk sukses.
  11. VamCart adalah cms e-commerce opensource dan gratis yang berdasarkan CakePHP.
  12. xtcModified eCommerce Shopsoftware adalah pengembangan independen (Fork) dari sistem toko xt: Commerce 3.04 SP2.1. Hal ini dipelihara dan dikembangkan oleh komunitas independen dan selanjutnya dikembangkan di bawah kepatuhan GNU General Public Licence.
  13. Drupal adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen konten yang bebas dan terbuka yang didistribusikan di bawah lisensi GPL. 
  14. Zen Cart adalah CMS E-commerce gratis dan user-friendly. Program Web E-Commerce yang sedang dikembangkan oleh sekelompok orang seperti pemilik toko, programmer, desainer, dan konsultan yang berpikir bahwa e-commerce dapat dan harus dilakukan secara berbeda.
  15. Joomla. merupakan open source pemenang penghargaan source CMS untuk membangun website yang kuat untuk tujuan apapun. VirtueMart merupakan solusi Open Source E-Commerce untuk digunakan bersama-sama dengan Joomla. Ini ditulis dalam PHP dan dapat digunakan dengan PHP / MySQL. 
 
 
3 CMS Terbaik Membuat Website Pribadi & Komersial
 
Jika saatnya tiba untuk Anda membuat website CMS ecommerce, ada baiknya Anda melihat 3 CMS yang sering digunakan, yakni WordPress, Joomla, dan Drupal. 
Masing-masing CMS ecommerce tersebut memilki keunggulan masing-masing dan kekurangan masing-masing tentunya. Sehingga kita sepakat tidak ada CMS terbaik karena kebutuhan setiap orang akan CMS berbeda-beda.
 
 
1. WordPress 
 
Merupakan software CMS yang populer digunakan untuk website pribadi dan komersial. WordPress telah digunakan jutaan orang di seluruh dunia sebagai platform website mereka. WordPress merupakan CMS yang fleksibel, artinya dapat dibuat hampir website jenis apapun termasuk website ecommerce. Software CMS ini dikembangkan oleh komunitas dan banyak orang berkontribusi di dalamnya.
Terdapat dua tipe WordPress, yakni WordPress.com dan WordPress.org. WordPress.com digunakan untuk membuat web/blog dengan hosting dan sub domain yang dapat didapatkan dari WordPress.com. Sementara pada WordPress.org kita dapat mengunduh CMS WordPress itu sendiri dan melakukan registrasi domain, hosting, kustomisasi sendiri di luar WordPress.com. Pilihan yang kedua lebih memberikan fleksibilitas namun diperlukan usaha ekstra dari pilihan pertama.
 
 
Keuntungan WordPress  
  1. Open Source. WordPress ada software CMS yang Open Source, artinya siapa saja dapat mengembangkannya tanpa batasan dengan syarat masih mencantumkan lisensi yang asli. Software CMS WordPress bisa didapatkan secara gratis dan Anda dapat memodifikasinya sesuai kebutuhan tanpa dipungut biaya.
  2. Fiturnya dapat dikembangkan. Fitur default pada WordPress dapat dikembangkan untuk keperluan solusi website Anda yang komprehensif. Fitur yang belum ada pada CMS WordPress dapat ditambahkan melalui plugin yang juga bisa Anda dapatkan secara gratis. Beberapa plugin mengharuskan Anda membayar.
  3. SEO Friendly. Struktur konten WordPress dibuat sedemikian rupa sehingga mudah bagi Google untuk melakukan index terhadap halaman website yang menggunakan CMS WordPress. Jika kita mencari sesuatu di Internet beberapa website berbasis WordPress mungkin akan ada di halaman pertama.
  4. Mudah digunakan. Sebagai CMS, WordPress sangat mudah digunakan. Orang awam akan mudah paham dengan software CMS ini. Karena mengoperasikan software CMS WordPress semudah menggukan MS Word.
  5. CMS yang handal. WordPress memiliki fitur level author sehingga Anda dapat memiliki konsep kontrol pengguna dalam pengisian konten jika terdapat banyak pengguna yang berkontribusi dalam konten. Penambahan berbagai file multimedia juga relatif mudah, seperti file gambar, audio, bahkan video.
  6. Support forum dan tutorial yang baik. Di internet Anda dapat menemukan banyak tutorial tentang CMS WordPress. Berbagai forum juga mau menjawab permasalahan Anda tentang CMS WordPress.
 
Kerugian WordPress  
  1. Masalah kompatibilitas dengan plugin. Sering kali plugin hanya cocok digunakan untuk versi WordPress tertentu dan ketika WordPress diupdate pluginnya bisa jadi bermasalah.
  2. Masalah Keamanan. Konsep Open Source membuat CMS WordPress lebih rentan dengan masalah keamanan karena semua orang berhak memiliki kode sumber dari WordPress. Hal ini membuka lubang keamanan. 
  3. Fleksibilitas rendah. WordPress lebih diciptakan untuk website kecil yang standar, aritnya hanya sekedar menampilkan konten yang umum seperti website berita, profile, dsb. Jika dikustomisasi untuk situs penjualan misalnya maka dibutuhkan usaha ekstra keras. Dan saya pribadi kurang setuju jika CMS WordPress digunakan untuk penjualan komersial meskipun hal ini sangat memungkinkan dengan plugin komersial. 
  4. Kebutuhan akan tenaga profesional. Jika Anda serius untuk melakukan kustomisasi tema atau fitur misalnya, Anda mungkin tidak dapat melakukannya sendiri sehingga harus menyewa tenaga profesional di bidang CMS WordPress.
 
2. Joomla
 
Salah satu yang paling popular lain adalah Joomla yang berhasil meraih penghargaan kontes CMS. Joomla menjadi salah satu favofit dari para web developer karena kemampuannnya yang dapat dikustomisasi lebih luas. Beberapa majalah online, support forum, dan web sekelas portal berita dan profil banyak yang menggunakan Joomla.
 
Kelebihan Joomla  
  1. Managemen Konten yang baik. Joomla memiliki antar muka untuk mengelola artikel yang baik dan mudah digunakan. Alur pembuatan artikel pada CMS Joomla pun lebih intuitif karena pengguna diharuskan memubuat kategori dulu sebelum memiliki sebuah artikel.
  2. SEO embedded. Maksudnya, pengguna dapat dengan mudah menambahkan meta keyword dan deskripsi pada sebuah artikel yang mana hal ini berguna untuk SEO.
  3. Level pengguna cukup luas. Secara default CMS Joomla memiliki banyak level pengguna, seperti author, editor, publisher, manager, administrator, dan super administrator. Setiap level pengguna dapat dimodifikas hak aksesnya. Ini memungkinkan konsep level pengguna.
Kekurangan Joomla
  1. Software Ekstensi kebanyakan berbayar. CMS Joomla pada situs resminya memang menyediakan banyak ekstensi namun kebanyakan berbayar.
  2. Middle spectrum. Tingkat kustomisasi Joomla pada tingkat menengah jika dibandingkan dengan WordPress yang terkenal dengan simplisitasnya dan Drupal yang sangat bisa dikustimisasi. 
  3. Susah menemukan ekstensi yang tepat. Ekstensi dari Joomla sering kali susah ditemukan dan susah untuk merawatnya.

3. Drupal

Dibuat oleh komunitas yang mendukung Drupal di seluruh dunia. Salah satu fitur yang terkenal pada CMS Drupal adalah modul “taxonomy” yang memungkinkan pengguna mengelompokkan jenis kategori berbagai tingkat.


Kelebihan Drupal 
  1. Kustomisasi yang luas. CMS Drupal yang dapat dimodifikasi untuk jadi website yang memiliki banyak fitur. CMS Drupal dapat digunakan untuk website pribadi sampai website enterprise sekalipun. Hal ini terwujud dengan bantuan ekstensi baik yang tersedia gratis maupun berbayar dan pengeditan secara manual. 
  2. Mudah digunakan untuk website yang kompleks. CMS Drupal mudah digunakan untuk mengatur konten yang banyak kompleks sekalipun.
  3.  
Kekurangan Drupal
  1. Tidak mudah bagi pengguna awam. Sering kali kustomisasi membutuhkan pengetahuan lanjut sehingga tidak setiap orang dapat mengkustomisasi CMS Drupal.
  2. Butuh Waktu lebih lama untuk “up and running”. Dua CMS sebelumnya Anda dapat membuat website Anda online dengan cepat. Namun untuk drupal Anda harus merencanakan project pembangunan websitenya terlebih dahulu karena banyak yang harus diorganisasi setelah instalasi CMS Drupal.




 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
    
           
           

Semantic Web Architecture and Applications

 
Semantic Web Architecture and Applications
 
 
First Generation - Keywords 
  • Applications: Keyword tools are appropriate for creating a word location or a list of documents which contain specific defined keywords and root stems. These are not capable of understanding similar words, the meanings of words, or their relationships, or context.
  • Problems: False negatives (no matches found because the word or stem are not exactly identical: “big” and “large”) ; False positives (too many unrelated matches found because a root stem finds many unrelated words: “process” and “processor” ; Scale factors (keyword search tool produce very long random lists of documents if the source database is large, and the relevance rankings are highly misleading. 
  • Examples: The most common examples of key word tools are web site “Search” tools and the Microsoft “Find” function (control “f” key) in Microsoft Office applications.

Second Generation - Statistical Forecasting 
  • Applications: Statistical forecasting tools are appropriate for performing simple document searches where the desired output is a list of documents which contain specific words which must then be read and classified and summarized manually by end users. These are not capable of understanding the meaning or context or relationships of documents.
  • Problems: Keyword limitations of false positives and false negatives ; Misunderstanding the meaning of words and sentences (“man bites dog” is the same as “dog bites man”) ; Lack of context: “Duke” could be Duke of Windsor or Duke of Earl or John Wayne ; Scale factors: a single statistical relevance ranking creates huge “Google” lists of many irrelevant documents.(“you have 100,000 hits”).
  • Examples: The most common statistical forecasting tool is “Google” and many other tools using inference theory and similar analysis and predictive algorithms.

Third Generation - Natural Language Processing 
  • Applications: Natural language tools are appropriate for linguistic research and word-for-word translation applications where the desired output is a linguistic definition or a translation. These are not capable of understanding the meaning or context of sentences in documents, or integrating information within a database.
  • Problems: Keyword limitations of false positives and false negatives ; Misunderstanding the context (does “I like java” mean an island in Indonesia, a computer programming language or coffee?) Without understanding the broader context, a linguistic tool only has a dictionary definition of “Java” and does not know which “Java” is relevant or what other data related to a specific “Java” concept.
  • Examples: The most common natural language tools are translator programs which use dictionary look up tables to convert words and language-specific grammar to convert source to target languages.


Fourth Generation – Semantic Web Architecture and Applications
 
Semantic web architecture and applications are a dramatic departure from earlier database and applications generations. Semantic processing includes these earlier statistical and natural langue techniques, and enhances these with semantic processing tools. First, Semantic Web architecture is the automated conversion and storage of unstructured text sources in a semantic web database. Second, Semantic Web applications automatically extract and process the concepts and context in the database in a range of highly flexible tools. 

a. Architecture; not only Application 
First, the Semantic web is a complete database architecture, not only an application program. Semantic web architecture combines a two-step process. First, a Semantic Web database is created from unstructured text documents. And, then Semantic Web applications run on the Semantic Web database; not the original source documents.
The Semantic Web architecture is created by first converting text files to XML and then analyzing these with a semantic processor. This process understands the meaning of the words and grammar of the sentence, and also the semantic relationships of the context. These meanings and relationships are then stored in a Semantic web database. The Semantic Web is similar to the schematic logic of an electronic device or the DNA of a living organism. It contains all of the logical content AND context of the original source. And, it links each word and concept back to the original document.

b. Structured and Unstructured Data
Second, Semantic Web architecture and applications handle both structured and unstructured data. Structured data is stored in relational databases with static classification systems, and also in discrete documents. These databases and documents can be processed and converted to Semantic Web databases, and then processed with unstrctured data. 

c. Dynamic and Automatic; not Static and Manual
Third, Semantic Web database architecture is dynamic and automated. Each new document which is analyzed, extracted and stored in the Semantic Web expands the logical relationships in all earlier documents. These expanding logical relationships increase the understanding of content and context in each document, and the entire database. The Semantic Web conversion process is automated. No human action is required for maintaining a taxonomy, meta data tagging or classification. The semantic database is constantly updated and more accurate. 

d. From Machine Readable to Machine Understandable
Fourth, Semantic Web architecture and applications support both human and machine intelligence systems. Humans can use Semantic Web applications on a manual basis, and improve the efficiency of search, summary, analysis and reporting tasks. Machines can also use Semantic Web applications to perform tasks that humans cannot do; because of the cost, speed, accuracy, complexity and scale of the tasks.

e. Synthetic vs Artificial Intelligence:
Semantic Web technology is NOT “Artificial Intelligence”. AI was a mythical marketing goal to create “thinking” machines. The Semantic Web supports a much more limited and realistic goal. This is “Synthetic Intelligence”. The concepts and relationships stored in the Semantic Web database are “synthesized”, or brought together and integrated, to automatically create a new summary, analysis, report, email, alert; or launch another machine application. The goal of Synthetic Intelligence information systems is bringing together all information sources and user knowledge, and synthesizing these in global networks.


Future of Information Management: Network Spread Sheets for Ideas

The future of information management will be based on Semantic Web architecture and applications. The most important issue is which technologies and firms take the immediate leadership to drive the migration, and therefore guide the information architecture of the future.

1. Tidal Wave of Information Shifts Power
End users and corporations will drive the rapid expansion of Semantic Web architecture and applications to survive the tidal wave of data, and improve costs, speed and performance. IT management will resist or accelerate this trend. Information power will shift from the database managers back to the departments and end users; as the PC + spread sheet did in 1981-1984.

2. Migration to XMLand RDF Standards 
Applications programs will follow Microsoft’s migration to XML standards for document authoring and exchange. XML and RDF standards will become the dominant approach for capturing, understanding, storing and exchanging external document descriptions and document content. Unstructured Text Documents become Synthetic Expert Networks.

3. Universal Internet Web Portals
Information access will migrate to web portals within organizations and with the general population; and web portals based on Semantic Web applications will become the central user application. Operating systems and legacy applications will become transparent under semantic web portals with highly flexible applications: Network spead sheets for ideas. 

4. Parallel Legacy Database Integration
Legacy databases will be extracted into parallel Semantic Web architecture databases to provide access to fragmented sources. Parallel architecture dramatically reduces the costs, risks, and schedules from the ERP “tear down and rebuild” Transparent Grid Architecture.

5. Global and Language Expansion
Information sources, users and entities will expand globally and support many languages. Because Semantic Web architectures and applications “learn and think” in the original language, the production and exchange of multi-language information between language domains will increase dramatically.Interactive Japanese language sources on China in English. 

6. Network Access and Distribution
Networks will get better, faster, cheaper, wireless and distributed. Semantic Web architecture and applications will expand to link global data sources from mainframe servers, desktop workstation and laptops, to hand held PDA and cell phones. Voice driven expert systems.

7. Network Transactions and Capacity
Human transactions will grow slowly; and machine transactions will grow exponentially. The migration from man to machine intelligence transactions will rapidly take over the private and public networks. This rapid capacity demand will force a major increase in network hardware investment and stimulate new value added network services. Japan DoKoMo mobile network.


SEMANTIC WEB TECHNOLOGIES APPLIED TO BUILDING SPECIFICATIONS
Reinout van Rees and Frits Tolman

Abstract

There are three important aspects of building specifications:
  1. First the content of the specifications. What information is contained in a specification? 
  2. Second, the goal of specifications. What does a specification intent to achieve, what are the fields of application? 
  3. Third, the interaction points with the environment of a specification. 
The information in a specification is used by other applications. Other applications also provide information to the specification. These interactions could benefit from a more semantic link.
An ontology is a formal way of describing the set of concepts used in a certain field, from a certain viewpoint. Ontologies and the information that uses them can be accessed and exchanged in the familiar open and standardised way using the Internet. This semantic web allows you to make explicit statements and explicit links about (and in) Internet-accessible resources using ontologies as loosely-coupled, expandable vocabularies. This greatly enhances the semantic richness of Internet-based information exchange.

Introduction
The objective of the research discussed in this paper is to look into the future of the building and construction industry from the perspective of specifications. Current textual specifications will be replaced by “eSpecs”, which will be accessible both by humans and to computers. This is done (1) by applying XML technology to separate the specifications content from its mark up, and (2) by expressing the content using the terms and structure made explicit in an Internet-based ontology (“set of definitions and terms”). The research focuses on the best way to create eSpecs, and on the different ways eSpecs may be used.

Nature of building specifications
A building specification is a central document in a building process. It, traditionally, sits between the design phase and the actual construction phase. A specification consists of both the specification drawings and the specification text. This paper mainly focusses on the content of a specification text.

Content of specifications
An essential first point regarding specifications is that it is a specification, not an explanation. That is, it is meant to be specific descriptive or prescriptive, not some loose indication.

Essential properties of the specification text are:
· The formal description.
· (References to) conditions and regulations.
· A classification.
· References to the specification drawings.


Formal description
The formal specification is build-up from a list of specification items. Historically, one specification item often deals with something that has to be budgeted. For such an item, for instance the required end result, the required quality and the source material is described.
The data behind the specification items would be the natural domain of product modelling. This data would greatly benefit from a good coupling with the drawings.


Conditions
Conditions (or regulations) give extra information on top of the plain technical data (like fire resistance = 30min). Conditions can be technical or administrative and standard or additional.
The standard (technical or administrative) conditions are typically valid for every building project. Standard administrative texts make sure that contract-wise a lot of commonly used safeguards are included. The correct terminology is used to invoke protection under certain laws. This way, what needs to be said is said simply by including it automatically in the specification. Typically, the standard conditions are available pre-printed in book form and simply included with the rest of the specification.
  
Specification structure: classification
One common way of subdividing the textual specification is subdivision into parts called chapters. Traditionally the chapters often correspond with branches of the industry or kinds of work. All the paintwork is in one chapter, the groundwork in another and the doors & windows in a third. This makes it easier to provide a cost estimation by allowing the different experts to estimate their part. This kind of subdivision is common in the housing and utility construction section, traditionally subdivided in specific crafts.
A second common way of subdividing is by following normal execution patterns. The reason for this is that detailed cost estimations (in the ground/water/road sector) are normally made that way. A good match between the cost estimation and the specifi¬cation text is desired.


References to the specification drawings
Normally, the references to the accompanying specification drawings are not extensive. The “doors on the ground floor” are described. Also you can describe a set of doors, mentioning “placement according to drawing”. These references are all textual.
A better coupling with the drawings will be a big advantage to the building industry. There are some possibilities to generate a partial specification from well-executed drawings, but even then there is no real two-way link.
 
Nature of the semantic web
The web allows us to access a vast hoard of information. You search in google almost before you ask a colleague for information , so the web is already firmly in place. The semantic web is a set of technologies that allows computer programs an equivalent richness of information.


Related research in the building industry
The goal of eConstruct (http://www.econstruct.org/) was to harness the possibilities of the Internet for the building industry, concentrating on the communication in the buying and selling phase. Conceptually, three things are needed for communication: a vocabulary, a grammar and a communication medium (Van Rees et al. 2001). 
  • A taxonomy (sporting a specialisation hierarchy, property definitions and multi-linguality) was used as the vocabulary of terms. The iso/dis 12006-3 developments were used for this.
  • The grammar (data format) was bcxml, a custom xml format. Basically it used the terms of the vocabulary, allowing for an intuitive and human-friendly <Window height=”2.40” unit=”m”/>-like language.
  • The communication medium was the Internet, used to connect a few services (catalogue server, taxonomy server, etc.).

E-cognos (http://www.e-cognos.org/) started the moment eConstruct finished and took the development into the direction of knowledge management. Harnessing the existing and available, but not well-findable, knowledge contained in documents and in people.  
  • Multiple cooperating ontologies (footnote: e-cognos used the term ontology instead of taxonomy; they stressed most the specialisation hierarchy and the rich functionality for synonyms etc.) provided multiple cooperative ways to access and find and classify information.
  • Data was exchanged in xml (partly re-using bcxml) and in rdf (combined with daml+oil), which is an xml format for ontologies and ontology-based data.
  • The Internet was, like in eConstruct, used to access the ontologies' information. But the big innovation was to add the information richness allowed by the ontologies onto existing information contained in document management systems and employee databases. Superimposing ontological richness onto existing systems proved possible.  
Both projects achieved good results, allowing us to suggest the following as best practice: 
  • Store definitions of terms, vocabularies, etc. in widely accessible ontologies. This way, the terminology used is made explicit. Explicit is better than implicit.
  • Use xml, or the more specific rdf, for information exchange.
  • Use the internet as the basic communication medium.
Webify data
Webifying data means that every piece of useful data should have a URI. The success of the World Wide Web is entirely based on assigning a URI to every single webpage and image and enabling links between them (Prescod 2002).
 
Ontology language
Webifying data is the first necessary step to enabling the semantic web for the building and construction industry.
A second step is by using a standard data format for shareable ontologies (http://www.w3.org/2001/sw/): RDF (and its more powerful add-on, OWL). OWL provides us with a way of dealing with:
  • Classes and properties and their relations.
  • Subtype hierarchy (both for classes and for properties).
  • Textual information (labels and descriptions, multilingual).
  • Re-using classes and properties from other ontologies, allowing you to build on previous work and to use more generic high-level ontologies as a common basis for two ontologies that need to exchange information.


Implementation notes: Zope/Python.
  • When implementing a semantic web solution, two main components have to be available: A web application server, providing a web server and a programmatic framework to drive it. A popular choice in the research community seems to be apache’s tomcat java web application server (http://jakarta.apache.org/tomcat/).
  • A semantic data store, providing a means to store and query RDF files. A popular choice is Hewlett-Packard’s jena (http://www.hpl.hp.com/semweb/jena.htm).
The main goal is to store and query RDF and to provide an internet user interface which interacts programmatically with the rdf store.


Development speed and ease-of-use 
Python and Zope are attractive for web programming. Python (http://python.org/) is a high level (scripting) language which is regarded by most as both elegant and powerfull, suitable for programs both big and small. It is platform-independent (windows, unix, mac; recent versions of mac OSX even ship it as part of the operating system).
 
Zope (http://zope.org/) is a web application server (written in Python) with a lot of built-in extra's:
· Built-in object database.
· User management and flexible password protection.
· Through-the-web management interface. No need for changing files on the filesystem.


Reusable modules
Both Python and Zope have a big community that creates a lot of add-ons and modules that - most of them are open source - can be freely reused ("free" meaning both freedom to change and re-distribute and free of charge). There are two main modules that form the basis of the implementation of this research. 
  • Rdflib (http://rdflib.net/). A simple rdf store that parses, stores, queries and exports rdf files. To store and query big data sets you can use Zope’s object database that can handle big data sets efficiently.
An attractive (but changeable) user interface on top of Zope’s. With little effort a great result can be obtained (ideal for a time-strapped researcher). Recently, the possibility to generate web forms from UML diagrams added even more attractiveness to this solution.
We created a version of rdflib that could be used within Zope and Plone, allowing us to quickly develop an attractive web-based user interface to an rdf model.


Architecture
Basic property of the architecture is to cater for exchange of information between different sources of information, each with its own goal, its own methods, its own peculiarities.
Ontologies
An ontology is a formal way of describing the set of concepts used in a certain field, from a certain viewpoint.
This means that, to describe the field of specifications and the terms used therein, a specification ontology could capture the concepts used to create specifications (chapters, specification units, regulation references), but also the concepts that form the actual contents of the specification (masonry, double glazed windows). Likewise for a cost estimation ontology. Or an ontology that makes explicit the terminology for creating window frames.
Also there could be a generic ontology (probably multiple) that describes a reasonable amount of generic terms. Above example of the specification ontology and the cost estimation ontology shows that the same field (buildings for instance) can be described from two different viewpoints. Doing partly the same work twice (and probably not-too-compatible) could be prevented by using a joint, generic, ontology for the parts that overlap. A generic ontology could for instance include windows, but not double glazed windows. Existing classification systems could fill part of the bill, though adaption to the newer possibilities of ontologies might spark an effort to create new versions.
A generic ontology could be made more specific by branch-specific or application-specific ontologies. Application ontologies add the concepts needed for cost estimation, for instance, or for fire safety calculations. Branch ontologies further specify and add concepts from their branch of the construction industry.
By cooperating and re-using work already done in other ontologies, a web of ontologies (or ontology web) can come into being. OWL (the web ontology language, building on RDF) has built-in support for cooperating ontologies.
 
Information sources
When looking at a building project, you can distinguish four kinds of information in two dimensions. The first dimension is whether the information is specific to the project or not. The second dimension is whether the information is specific to a certain company or not.
The proprietary information and the project information overlap partly. This is an area where problems loom. Part of the proprietary information could be very handy for the project and therefore for the project partners. But do you want to give them that valuable information for free? Do you want to share it? It might be a competetive advantage in later projects, which you give away by sharing.
Also, part of the project information will be necessary for the company. The specification drawings, the specification text, etc. Essential for coupling with the internal information like work planning. But the project information has to be available to all partners in the project. This therefore means that the information has to be shared, so it either has to be kept in one location or different copies have to be kept synchronised.
The essential property here is that the information has to be shared between the quadrants. The information should at least be partly accessible.
Example
As an example, let us take the project description, as made by the initiator of the project. When taking the semantic web route, this should be available over the Internet and its concepts should be described in an ontology. It includes links to the textual specification, for instance.
Secondly, we take internal company data. A set of recipes on a generic level, containing data on how proficient the company is in executing certain projects. These recipes also include the information needed to automatically calculate an initial value for the cost associated with such a project. 
In the third step, a company-internal web crawler visits well-known sites which list project that are currently waiting for a contractor. It downloads the project descriptions and, by using the information in the project ontology and in the recipe ontology, tries to figure out the attractiveness of the projects and calculates a first-cut estimate of the project costs.


Conclusion
 
For many years building specifications (especially the textual specification) have had a central place in the building process, traditionally situated between the design phase and the actual construction phase. Specifications have links with other documents in the building process like regulations and calculations. The links are, however, mostly only human-readable links. There is very little a computer can do automatically. Specifications would gain from a real semantic link.
 
To be able to create and apply eSpecs, it is of course necessary to use the Internet as the communication medium. Secondly, the definitions of terms, vocabularies, etcetera have to be made explicit in accessible ontologies. Multiple cooperating ontologies can form an ontology web. These ontologies and the data that uses them ideally should be communicated using XML and RDF/OWL over the Internet: the semantic web.
 
The example illustrates that the semantic web can provide the means by which the building specification can gain real semantic links to other documents and programs and vice versa. Also it shows that open source software is well-suited to this kind of task. The semantic web helps building specifications to become “eSpecs” and to re-assert their role as a central building document.