Kriptografi
v
Latar Belakang Kriptografi
Berkat perkembangan
teknologi yang begitu pesat memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dan saling
bertukar informasi/data secara jarak jauh. Antar kota antar wilayah antar
negara bahkan antar benua bukan merupakan suatu kendala lagi dalam melakukan
komunikasi dan pertukaran data. Seiring dengan itu tuntutan akan sekuritas
(keamanan) terhadap kerahasiaan informasi yang saling dipertukarkan tersebut
semakin meningkat. Begitu banyak pengguna seperti departemen pertahanan, suatu
perusahaan atau bahkan individu-individu tidak ingin informasi yang
disampaikannya diketahui oleh orang lain atau kompetitornya atau negara lain. Oleh
karena itu dikembangkanlah cabang ilmu yang mempelajari tentang cara-cara
pengamanan data atau dikenal dengan istilah Kriptografi.
v Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data
atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa
mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
v Prinsip-prinsip yang mendasari kriptografi yakni:
•
Confidelity (kerahasiaan) yaitu layanan agar isi pesan yang dikirimkan tetap rahasia dan tidak
diketahui oleh pihak lain (kecuali pihak pengirim, pihak penerima / pihak-pihak
memiliki ijin). Umumnya hal ini dilakukan dengan cara membuat suatu algoritma
matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan
dipahami.
• Data integrity (keutuhan
data) yaitu layanan yang mampu mengenali/mendeteksi adanya manipulasi
(penghapusan, pengubahan atau penambahan) data yg tidak sah (oleh pihak lain).
• Authentication (keotentikan) yaitu
layanan yang berhubungan
dengan identifikasi. Baik otentikasi pihak-pihak yang terlibat dalam
pengiriman data maupun otentikasi keaslian data/informasi.
•
Non-repudiation (anti-penyangkalan) yaitu layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi
yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya).
v Istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
•
Plaintext (M) adalah pesan yang hendak dikirimkan
(berisi data asli).
• Ciphertext (C) adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang
merupakan hasil enkripsi.
•
Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
•
Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext
menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
•
Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses
enkripsi dan dekripsi.
v Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama, yaitu :
1. Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang
hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai
informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu.
2. Dekripsi adalah kebalikan
dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi
awal.
v Kunci Enkripsi dan Deskripsi
Peranan kunci sangatlah penting dalam proses enkripsi dan dekripsi (disamping pula algoritma yang digunakan) sehingga kerahasiaannya sangatlah penting, apabila kerahasiaannya terbongkar, maka isi dari pesan dapat diketahui.
Secara matematis, proses enkripsi merupakan pengoperasian fungsi E (enkripsi) menggunakan e (kunci enkripsi) pada M (plaintext) sehingga dihasilkan C (ciphertext), notasinya : Ee(M) – C
Sedangkan untuk proses dekripsi, merupakan pengoperasian fungsi D (dekripsi) menggunakan d (kunci dekripsi) pada C (ciphertext) sehingga dihasilkan M (plaintext), notasinya : Dd(C) = M
Sehingga dari dua hubungan diatas berlaku : Dd(Ee(M)) = M
v Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dapat
dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Algoritma simetris. Dimana kunci yang
digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama.
2.
Algoritma asimetris. Dimana kunci yang
digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.
v
Algoritma simetris (symmetric
algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan
kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key
algorithm. Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
v
Kelebihan dan Kekurangan
Algoritma Simetris
Kelebihan :
• Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma
asimetrik.
•
Karena kecepatannya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem
real-time.
Kelemahan :
•
Untuk tiap pengiriman pesan dengan pengguna yang berbeda dibutuhkan
kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci
tersebut.
•
Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut “key
distribution problem”
Contoh algoritma : TwoFish, Rijndael, Camellia
v Camellia merupakan
algoritma kriptografi simetris blok cipher. Dalam Camellia proses
enkripsi dan dekripsi dilakukan pada blok data berukuran 128-bit dengan kunci
yang dapat berukuran 128-bit, 192-bit, 256-bit.
Algoritma Camellia dikembangkan oleh :
•
Kazumaro Aoki (NTT - Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
•
Tetsuya Ichikawa (Mitsubishi electric Corp.)
•
Masayuki Kanda (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
•
Mitsuru Matsui (Mitsubishi electric Corp.)
•
Shiho Moriai (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
•
Junko Nakajima (Mitsubishi electric Corp.)
•
Toshio Tokita (Mitsubishi electric Corp.)
Dimana versi 1.0 pada bulan Juli 2000, versi 2.0 pada September 2001
dan versi 2.1 pada Febuari 2002.
v
Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana
kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma
ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci
privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan
kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah
diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan. Pada umumnya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.
v
Kelebihan dan Kekurangan
Algoritma Asimetris
Kelebihan :
•
Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik.
•
Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih
sedikit
Kelemahan :
•
Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris.
• Untuk tingkat keamanan
sama, kunci yang
digunakan lebih panjang dibandingkan dengan algoritma
simetris.
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal
v Berdasarkan besar data yang diolah dalam satu kali
proses, maka algoritma kriptografi
dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Algoritma block cipher : Informasi/data yang hendak dikirim dalam bentuk blok-blok besar (misal
64-bit) dimana blok-blok ini dioperasikan dengan fungsi enkripsi yang sama dan
akan menghasilkan informasi rahasia dalam blok-blok yang berukuran sama.
2. Algoritma stream cipher : Informasi/data yang hendak dikirim dioperasikan dalam bentuk
blok-blok yang lebih kecil (byte atau bit), biasanya satu karakter persatuan
persatuan waktu proses, menggunakan tranformasi enkripsi yang berubah setiap
waktu.
v
Mode Operasi dalam Block Cipher :
1.
Electronic Codebook (ECB)
Pada mode operasi ECB sebuah blok input plaintext dipetakan secara
statis ke sebuah blok output ciphertext. Sehingga tiap plaintext yang sama akan
menghasilkan ciphertext yang selalu sama pula.
Sifat- sifat dari mode operasi ECB :
•
Sederhana dan efisien
•
Memungkinkan implementasi parallel
•
Tidak menyembunyikan pola plaintext
•
Dimungkinkan terjadi adanya active attack.
2.
Cipher Block Chaining (CBC)
Pada mode oparasi ini hasil enkripsi dari blok sebelumnya mempengaruhi
hasil enkripsi selanjutnya, atau enkripsi sebeluimnya menjadi feedback pada
enkripsi blok saat itu., jadi tiap blok ciphertext bergantung bukan hanya pada
blok plaintext-nya tapi bergantung pula pada blok-blok plaintext sebelumnya. Sehingga
untuk plaintext yang sama, belum tentu menghasilkan ciphertext yang sama pula.
Sifat-sifat dari mode operasi CBC :
•
Lebih aman dari active attacks dibandingkan mode operasi ECB
•
Error pada satu ciphertext dapat berakibat parah
•
Menutupi pola plaintext
•
Implementasi parallel belum diketahui






0 komentar:
Posting Komentar