Rabu, 19 Oktober 2016

e-bussiness dan e-commerce pada Bhinneka.com

BAB I

PENDAHULUAN

 


Di jaman teknologi yang sedang berkembang seperti saat ini, banyak sekali bidang-bidang teknologi baru yang mulai bekembang. Salah satu bidang yang berkembang akibat perkembangan teknologi ini adalah bidang bisnis dan marketing. Saat ini, bidang bisnis sangat berkembang, dipadukan dengan perkembangan teknologi informasi, menjadi e-business dan e-commerce.
Istilah e-business dan e-commerce seringkali terlihat dan digunakan untuk proses yang sama. Namun demikian, meskipun berhubungan, keduanya memiliki arti yang berbeda. Awalan “e” berarti “elektronik”, yang berarti kegiatan atau transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik. Transaksi diadakan secara elektronik atau digital, sesuatu dibuat menjadi mungkin dengan pesatnya perkembangan komunikasi digital. 
E-commerce berarti transaksi bisnis melalui internet di mana pihak-pihak yang terlibat melakukan penjualan atau pembelian. Transaksi yang dilakukan dalam e-commerce pada dasarnya melibatkan pengalihan (transfer) atau penyerahterimaan (handing over) kepemilikan dan hak atas produk atau jasa. Secara teknis, e-commerce hanya merupakan bagian dari e-business karena, menurut definisi, e-business adalah semua transaksi bisnis online, termasuk penjualan secara langsung kepada konsumen (e-commerce), transaksi dengan produsen dan pemasok, dan interaksi dengan mitra bisnis. Pertukaran informasi via database terpusat juga dilakukan dalam e-commerce. Fungsi-fungsi bisnis hanya terbatas pada sumber daya teknologi. E-commerce pada prinsipnya melibatkan pertukaran uang dalam transaksi. 
E-business, karena lebih luas, tidak terbatas pada transaksi yang bersifat keuangan (monetary). Semua aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, perancangan produk, manajemen pemasokan, dsb., tercakup E-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya. Jadi, tentu saja, e-commerce merupakan bagian tak terpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas, e-commerce merupakan kegiatan menjual dan membeli. Situs e-commerce dan e-business yang paling popular di Indonesia salah satunya adalah  Bhinneka.com, Bhineka.com merupakan bisnis online store yang bergerak di bidang penjualan perangkat-perangkat IT atau teknologi yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs e-Commerce terbesar di Indonesia.




1.2.   Rumusan Masalah

Paper ini merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.    Apa pengertian E-Commerce dan E-Business?
2.    Apa Perbedaan dan Persamaan E-Commerce dan E-Business?
3.    Apa Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce dan E-Business?
4.    Bagaimana E-Business dan E-Commerce pada Bhinneka.com? 
 

1.3.   Ruang Lingkup

Dalam paper ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas pada materi kuliah                 E-Bussiness dan E-Commerce. Pembahasan lebih dikhususkan pada e-bussiness dan  e-commerce pada Bhinneka.com. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempertegas pembahasan sehingga dapat terfokus pada masalah yang akan dibahas serta dapat memberikan gambaran umum tentang isi paper sehingga pembaca lebih mudah mempelajarinya.
 

1.4.   Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan paper ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Arsitektur Manajemen dan E-Business. Sedangkan tujuan dari penulisan tugas ini adalah:
1.    Menerapkan teori yang didapat dari Modul e-Learning.
2.    Mengembangkan kreativitas dan wawasan penulis.
3.    Memberikan uraian tentang e-business dan e-commerce pada Bhinneka.com.
 

1.5.   Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan paper ini, penulis menggunakan metode Browsing Internet, yaitu yang dilakukan dengan browsing atau membaca atau mencari referensi-referensi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam paper ini di internet.
 

1.6.      Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari dan mengetahui isi paper ini, penulis memberikan uraian singkat mengenai gambaran pada masing-masing bab melalui sistematika penulisan yaitu : 

BAB I    PENDAHULUAN 

Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang latar belakang penulisan, maksud dan tujuan serta metode-metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk menyusun paper ini. Selain itu, penulis juga menguraikan mengenai ruang lingkup permasalahannya yang dibahas dan sistematika penulisan.

BAB II PEMBAHASAN
 

Pada bab ini, penulis menguraikan tentang materi-materi yang akan dibahas karena bab ini merupakan bab utama dari paper ini. Dalam bab ini penulis menguraikan tentang Pemahaman mengenai E-Commerce dan E-Bussiness, Perbedaan dan Persamaan E-Commerce dan E-Business, Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce dan E-Business, E-Business dan E-Commerce pada Bhinneka.com.  

BAB III PENUTUP 

Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang kesimpulan dari masalah yang dibahas.
 
BAB II
PEMBAHASAN 
2.1.    Pemahaman mengenai E-Commerce dan E-Bussiness 
2.1.1. E-Commerce
E-Commerce merupakan salah satu istilah yang paling sering kita kenal ketika kita sedang melakukan surfing dan juga menjelajah berbagai macam situs website. Di era yang mengedepankan perkembangan teknologi informasi saat ini, penggunaan E-commerce merupakan salah satu hal sudah sangat umum dan banyak ditemui, serta sudah seperti menjadi bagian dari gaya hidup pengguna internet. Lalu, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan e-commerce?
Pengertian dari e-commerce sebenarnya tidaklah baku, akan tetapi, e-commerce berasal dari kata e yang merupakan kependekan dari electronic, dan commerce, yang berarti transaksi komersial. Apabila digabungkan, maka e-commerce bisa disebut sebagai sebuah proses transaksi komersial yang menggunakan fasilitas elektronik.
Sistem e-commerce mulai berkembang pesat pada era 90-an, ketika jaringan komputer dan internet sudah mulai masuk ke dalam masyarakat. Situs e-commerce yang pertama adalah milik yahoo, dan beberapa situs lainnya. E-commerce menawarkan banyak barang kebutuhan sehari-hari, melalui jaringan internet, yang tentu saja sangat memudahkan user dalam memperoleh kebutuhan dengan menggunakan manfaat jaringan komputer secara lebih luas. 
Ciri-Ciri dari E-Commerce
Ada beberapa ciri – ciri tersendiri dari sebuah e-commerce. Berikut ini adalah beberapa ciri dari penggunaan e-commerce yang dirangkum dari berbagai sumber :
  1. E-commerce menggunakan prinsip jual beli dan transaksi elektronik, seperti transfer dana, baik dana uang virtual maupun dana berupa uang asli menggunakan rekening Koran.
  2. E-commerce melayani proses pemindahtanganan suatu barang, yang dalam hal ini lebih populer dengan istilah proses jual beli barang di dalam situs e-commerce.
  3. E-commerce memiliki prinsip jual beli barang, dimana setiap situs e-commerce hanya berfokus pada kegiatan jual beli barangnya saja, dan proses transaksi serta perputaran uang hasil jual beli saja.
  4. E-commerce bisa berbentus situs web dengan alamat yang berdiri sendiri, ataupun model toko online yang menggunakan media sosial yang gratis. (baca juga: manfaat facebook)

 

Contoh dari E-Commerce

Untuk lebih jelasnya mengenai e-commerce, maka berikut ini adalah beberapa contoh dari e-commerce yang cukup populer :
  • Ebay
  • Alibaba
  • Tokopedia
  • Lazada
  • Zalora
  • Dan banyak lagi website yang sesuai dengan kategori –kategori konten yang dijual oleh situs tersebut.

Dengan banyaknya deretan situs website ternama yang basis e-commerce ini tentunya manfaat online shop bagi penjual dan pembeli sangatlah dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat. Hal ini pastinya membawa dampak positif dalam perkembangan ekonomi juga. 


2.1.2.   E-Business

            E-business merupakan salah satu bagian dari perkembangan teknologi internet dan juga teknologi jaringan kompute. Mungkin sebutan e-business masih tidak sepopuler istilah e-commerce. Namun demikian, ternyata, e-business, secara disadari oleh tidak, memiliki peranan yang penting bagi seluruh proses transaksi jual beli yang ada di dalam sebuah layanan e-commerce.
            Hal ini disebabkan karena layanan e-business ini merupakan sebuah layanan bisnis, yang berarti memiliki cakupan wilayah yang sangat luas, tidak hanya penjualan, namun juga termasuk di dalamnya proses produksi, proses marketing dan pemasaran, jaminan after sales, hingga pengembangan suatu produk.
            Pengembangan ini dapat dipasarkan melalui situs website perusahaan, dan disinilah fungsi website bagi perusahaan yang selain menjadi sarana informasi dan pemasaran global dapat dijadikan suatu gagasan untuk mengembangkan produk dan feature lainnya dari perusahaan untuk mendapatkan kolega, bukan hanya dari pasaran nasional bahkan internasional.
            Secara garis besar, e-business merupakan sebuah bentuk bisnis yang dikembangkan dan juga ditempatkan pada sebuah sistem elektronik (yang dalam hal ini merupakan jaringan komputer dan jaringan internet). Seorang pebisnis yang bermain di bidang e-business akan concern dengan pengembangan bisnisnya melalui sistem jaringan komputer dan jaringan internet. Biasanya, sistem e-business ini mencakup all in one, dimana seluruh proses transaksi, marketing, dan lain-lain menjadi satu.
 

Ciri-Ciri dari E-Business

Ada beberapa ciri-ciri dari e-business yang bisa kita simpulkan. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari e-business :
  1. E-business memiliki cakupan program yang lebih luas, tidak hanya tefokus pada proses transaksi jual beli saja.
  2. E-business biasanya memiliki sebuah kantor pusat ataupun kantor perwakilan untuk memanage seluruh bisnis elektronik yang dikembangkan.
  3. E-business memiliki banyak sekali fitur yang sangat lengkap, mulai dari tim pemasaran, tim IT dan maintenance, dan sebagainya.
  4. E-business dapat dilihat atau dipandang sebagai keseluruhan bagian dari sebuah situs yang menawarkan fasilitas e-commerce.

 
Beberapa Contoh dari E-Business
Pada dasarnya, contoh pada e-commerce diatas bisa dimasukkan ke dalam e-business, karena memiliki struktur tersendiri. Ketika kita melihat keseluruhan sistem dari situs e-commerce tersebut, maka keseluruhan elemen dari situs e-commerce bisa kita masukkan ke dalam bagian e-business.
 

2.2.      Perbedaan dan Persamaan E-Commerce dan E-Business 

Perbedaan yang mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan e-commerce memang benar-benar money oriented (berorientasi pada perolehan uang atau melibatkan pertukaran uang dalam transaksi), sedangkan e-business berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya. Semua aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, perancangan produk, manajemen pemasokan, dsb., tercakup.
Persamaan dari e-commerce dan e-business terletak pada tujuan utamanya yaitu memajukan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya. E-commerce dan e-business merupakan terobosan yang dapat mendongkrak penjualan melalui online marketing dan sebagai sarana mempromosikan produk melalui media Internet.
 

2.3.      Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce dan E-Business 

2.3.1.   Kelebihan dan kekurangan e-commerce 

A.   Kelebihan E-Commerce 
Kelebihan bagi organisasi
  • Dapat memperluas pasar hingga pada taraf global/International.
  • Mengurangi biaya pembuatan, pendistribusian, pengambilan dan pengelolaan.
  • Meningkatkan Brand perusahaan.
  • Dapat menyediakan pelayanan kepada pelanggan yang lebih baik.
  • Mempercepat dan efesiensi proses bisnis.

Kelebihan bagi pelanggan
  • Dapat memberikan layanan tanpa ada batasan waktu 1 x 24 jam.
  • Mampu memberikan pilihan serta kecepatan dalam pengiriman.
  • Dengan banyaknya pilihan pelanggan dapat membandingkan harga satu dengan lainnya.
  • Dapat melakukan review komentar terkait produk.
  • Dapat memberikan informasi lebih cepat.

Kelebihan bagi masyarakat
  • Tidak perlunya perjalanan dalam kegiatan jual beli.
  • Dapat mengurangi biaya produk, sehingga harga seharusnya dapat lebih terjangkau.
  • Dapat membantu pemerintah dalam pemberian pelayanan public.

 
B.   Kekurangan e-commerce 

Kekurangan dari segi teknis
  • Jika emplementasi buruk maka dapat terjadi kelemahan keamanan, keandalan dan standar sistem yang ada.
  • Perubahan/perkembangan industri perangkat lunak sangatlah cepat.
  • Jika terjadi kendala pada bandwidth, maka dapat terjadi kegagalan TI.
  • Kesulitan dalam integrasi system.
  • Terjadi masalah pada kompatibilitas system.
Kekurangan dari segi non-teknis

  • Mahalnya biaya pembuatan/pembangunan sebuah sistem E-Commerce.
  • Tingkat kepercayaan pelanggan yang kurang terhadap situs E-Commerce.
  • Sulitnya untuk memastikan keamana dan privasi dalam setiap transaksi secara online.
  • Kurangnya perasaan dalam kegiatan jual beli.
  • Aplikasi ini terus berkembang dengan sangat cepat.
  • Masih belum murah dan amannya akses Internet pada suatu negara tertentu.
 

2.3.2.   Kelebihan dan kekurangan e-business

A.  Kelebihan e-business

Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan dan tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
  • Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
  • Menurunkan biaya operasional (operating cost).
  • Melebarkan jangkauan (global reach).
  • Meningkatkan customer loyality.
  • Memperpendek waktu produksi.
  • Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan) 

B.   Kekurangan e-business 
  • Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
  • Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam atau jaringan yang tidak berfungsi.
  • Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
  • Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan pembobolan sebuah sistem perbankan oleh hacker, kemudian memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
  • Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, dan kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik. 


2.4.      E-Business dan E-Commerce pada Bhinneka.com 

Bhinneka.com merupakan bisnis online store yang yang bergerak di bidang penjualan perangkat-perangkat IT atau teknologi yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs e-Commerce terbesar di Indonesia. Apakah rahasia di balik kesuksesan Bhinneka mengembangkan layanannya? Berikut lima hal yang bisa kita pelajari.:
 
1. Faktor Infrastruktur

Poin pertama yang bisa dipelajari dari perjalanan kesuksesan Bhinneka adalah dalam hal membangun infrastruktur ecommerce. Terkait hari ini Leo Antonius selaku Director of Business Bhinneka.com menyatakan bahwa seringkali pengusaha pemula lebih terfokus pada bagaimana mengembangkan situs yang “mewah”. Menggunakan teknologi coding yang sulit atau berbagai macam fitur canggih dalam situs, nyatanya tidak serta merta menjamin kesuksesan bisnis ecommerce yang kita jalankan.
Seperti apa yang telah dialami oleh Bhinneka, pada awal pengembangannya tim lebih terfokus bagaimana memberikan solusi pembelian secara online yang efektif dan efisien. Meski tidak mengesampingkan beragam fitur yang ada dalam situs, Namun kita tidak perlu terlalu terfokus pada pernak-pernik tersebut. Karena dengan layanan hosting serta sistem yang sederhana saja, sebenarnya kita sudah bisa menjalankan bisnis e-commerce yang potensial.

2.  Faktor Pelayanan
Faktor krusial yang kedua adalah tentang pelayanan. Selama berdiri Bhinneka selalu memprioritaskan pelayanan pada nomor wahid. Langkah yang ditempuh yakni dengan memberikan berbagai keuntungan kepada konsumen agar konsumen bisa yakin dan percaya terhadap kita.
Salah satu strategi yang dijalankan oleh Bhinneka adalah dengan menawarkan keuntungan bebas biaya kirim atau free shipping. Layanan seperti ini pada dasarnya nampak sederhana. Namun bagi para pelanggan utamanya berada di daerah cukup jauh tentu akan merasa diuntungkan dengan fitur semacam ini.
Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah untuk selalu memberikan tanggung jawab penuh jika terjadi kekurangan atau kesalahan dalam layanan yang diberikan. Kesalahan pengiriman barang, cacat produk atau masalah lain bisa saja terjadi dalam proses transaksi. Jika terjadi masalah, Bhinneka selalu berusaha untuk memberikan solusi terbaik dan menguntungkan bagi konsumen. 

3.  Faktor Inovasi
Pada saat awal berdiri, Bhinneka tengah menjajaki sebuah ranah bisnis yang tergolong baru. Di sini inovasi sangat dibutuhkan. Dan untuk mewujudkan hal tersebut beberapa langkah yang ditempuh yakni seperti dalam hal pengemasan barang serta proses transaksi pembayaran.
Beruntung saat ini fasilitas serta teknologi telah berkembang begitu pesat dan memudahkan kita ketika ingin mengembangkan sebuah bisnis ecommerce.
Bagi Bhineka sendiri, langkah inovasi yang ditangkap adalah dengan memaksimalkan fitur perangkat mobile. Dengan mengembangkan #aplikasi di berbagai platform mulai dari Android, BlackBerry, iOs, Windows Phone serta Symbian, tentu akan memberikan pilihan yang lebih luas bagi konsumen yang ingin mengakses dengan berbagai perangkat. 

4.  Faktor Diferensiasi
Faktor yang satu ini merupakan hal yang cukup unik untuk diterapkan dalam bisnis e-commerce. Dan yang dilakukan oleh Bhinneka adalah dengan menghadirkan beragam layanan berbeda seperti layanan tukar tambah, bursa barang bekas serta informasi yang terkait dengan solusi perangkat elektronik.
Diferensiasi semacam ini diperlukan agar konsumen bisa meyakinkan diri, mengapa mereka harus memilih layanan kita. Selain itu faktor diferensiasi juga bisa menjadi senjata untuk bertahan dalam persaingan bisnis e-commerce yang semakin sengit. 

5.  Faktor Pengukuran
Dan yang terakhir adalah dalam hal pengukuran bisnis. Leo menyatakan bahwa salah satu keuntungan dalam menjalankan bisnis online adalah kemudahan dalam mengukur segala hal yang terkait dengan kinerja bisnis. Saat ini sudah banyak layanan atau aplikasi yang mempermudah kita melakukan pencatatan bahkan hingga setiap detil transaksi.
Yang wajib diperhatikan adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dan mengutip keuntungan dari data tersebut. Karena dari data tersebutlah kita bisa merancang strategi bisnis ataupun mengenali kelemahan serta kelebihan bisnis ecommerce kita.
 

2.4.1.   Kelebihan dan Kekurangan Website Bhinneka.com

A.   Kelebihan Website Bhinneka.com

  • Katalog yang terstruktur dengan baik.
  • User dapat mengunduh file katalog dan harga dalam format pdf.
  • Memiliki script pengubah kurs mata uang sesuai yang diinginkan customer.
  • Tawar online
  • Photography page (all about camera)
  • Mobile version (khusus untuk diakses melalui mobile phone)
  • DropDown menu (memudahkan navigasi dalam mengakses web/blog)
  • Rancang sendiri (build your own PC)
  • JNE (jasa pengiriman)
  • e-Care (garansi produk (untuk notebook) 24 bulan)
  • Payment confirmation e-mail & SMS (notifikasi, apabila uang telah diterima pihak bhinneka.com)
  • Service tracking (ketahui sendiri kondisi barang anda yang sedang diservice teknisi bhinneka.com)
  • Help/FAQ

 
B.   Kekurangan Website Bhinneka.com
  • Salah satu fitur yang kurang dari bhinneka.com dari situs toko online lainnya yaitu, fitur simulasi yang membuat calon pembeli menjadi lebih mudah mengetahui harga komputer rakitan yang ingin dibeli.
  • Bila kita perhatikan deskripsi produk di bhinneka.com masih menggunakan dual bahasa, padahal akan lebih baik bila bhinneka.com tersedia dalam dua versi bahasa, dan banyak lho situs yang dual mode bahasanya tapi tidak nyampur jadi satu. Bahasa yang dicampur ini akan membuat pengunjung kurang nyaman, dan membuat beberapa dari mereka kurang mengerti (asumsi tidak semua pengunjung dapat berbahasa Inggris dengan baik) apabila spesifikasi produk hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.
  • URL yang digunakan oleh bhinneka.com belum “ramah” kepada mesin pencari seperti google, yahoo, dll. karena URL yang digunakan tidak berdasarkan jenis produk atau kategori produk, sehingga bila kita mencari di google dengan menggunakan nama-nama produk praktis URL dari bhinneka.com tidak akan terindex. JAdi bila pembaca pada suatu saat nanti ingin membuat situs toko online, maka gunakanlah URL yang ‘ramah’ mesin pencari supaya calon pembeli lebih cepat menemukan situs Anda.
 
 

BAB III

PENUTUP 

Kesimpulan

E-commerce serta e-business ialah terobosan yang dapat mendongkrak penjualan melalui online marketing serta sebagai sarana mempromosikan produk melalui media Internet. Website dalam e-business sangat berperan sekali, karena dengan adanya website sebagai penjualan bisnis pun bisa di jalankan secara online yaitu dengan e-commerce. Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
 Jadi dapat disimpulkan peranan website dalam e bisnis adalah penjualan secara online yang ditampilkan dalam sebuah halaman website yang mempunyai domain name tertentu sesuai dengan penjualan yang ditawarkan dan dibuat semenarik mungkin agar customer dapat tertarik dan memesan produk yang ditawarkan. Oleh karena itu website sangat diperlukan bagi kelancaran suatu perusahaan dalam memasarkan produk yang ditawarkan. Maka dapat dikatakan Bhinneka.com termasuk e-commerce dan e-bisnis, Bhinneka.com merupakan bisnis online store yang yang bergerak di bidang penjualan perangkat-perangkat IT atau teknologi yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs e-Commerce terbesar di Indonesia. Bhinneka.com ini mempunyai bisnis model yang mencakup baik dari Business-to-Business yaitu menjual produk pada perusahaan lain melalui jaringan internet (secara online), maupun Business-to-Consumer yaitu menjual produk pada pelanggan-nya melalui jaringan internet (secara online), walaupun banyak dari transaksi yang terjadi merupakan Business-to-Consumer.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 


 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar