BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Ada banyak alasan mengapa orang ingin membuat websitenya
sendiri. Antara lain, mereka ingin agar tulisan-tulisan, gambar, serta suasana
hati mereka dapat dibaca oleh banyak orang atau iseng saja belajar dan siapa
tau kalau sudah menjadi webmaster bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan
membuat suatu jasa pembuatan website. Pada proyek pertama ini, kita akan
menciptakan salah satu bentuk website personal. Website ini didesain dengan
nuansa full color sehingga mempunyai kesan yang menarik dan indah walaupun bisa
dibilang proyek pertama ini sangat sederhana sekali, hehehe. Walaupun demikian
anda bisa memodifikasinya sendiri sesuai dengan yang anda sukai.
Sebelum
kita memulai tutorial cara membuat website sederhana dengan menggunakan
photoshop dan dreamweaver ini, tentunya terlebih dahulu anda harus menginstal
aplikasi Photoshop dan Dreamweaver. Kedua aplikasi ini tidak gratis tapi
merupakan pilihan yang tepat untuk membuat project website, untuk membeli
aplikasi ini anda dapat men-download-nya di situs resmi adobe yaitu
www.adobe.com
1.2. Rumusan Masalah
Paper ini merumuskan beberapa permasalahan
sebagai berikut:
- Apa pengertian Web Semantik?
- Apa keuntungan Web Semantik ?
- Apa Komponen Web Semantic ?
- Ap Fungsi Web Semantic ?
- Bagaimana cara membuat Website Semantik
Tanpa Table (table less) dengan
Photoshop dan Dreamweaver
1.3. Ruang Lingkup
Dalam paper ini, penulis membatasi masalah
yang akan dibahas pada materi kuliah Membuat Website Semantik Tanpa
Table (table less) dengan Photoshop dan
Dreamweaver. Pembahasan lebih dikhususkan pada Website Semantik Tanpa
Table (table less) dengan Photoshop dan
Dreamweaver. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempertegas pembahasan sehingga
dapat terfokus pada masalah yang akan dibahas serta dapat memberikan gambaran
umum tentang isi paper sehingga pembaca lebih mudah mempelajarinya.
1.4. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan paper ini adalah untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Arsitektur Manajemen dan E-Business.
Sedangkan tujuan dari penulisan tugas ini adalah:
1.
Menerapkan
teori yang didapat dari Modul e-Learning.
2.
Mengembangkan
kreativitas dan wawasan penulis.
3.
Membuat
Website Semantik tanpa Table (table
less) dengan Photoshop dan Dreamweaver.
1.5. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam
penyusunan paper ini, penulis menggunakan metode Browsing Internet, yaitu yang
dilakukan dengan browsing atau membaca atau mencari referensi-referensi yang
berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam paper ini di internet.
1.6. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari dan
mengetahui isi paper ini, penulis memberikan uraian singkat mengenai gambaran
pada masing-masing bab melalui sistematika penulisan yaitu :
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang
latar belakang penulisan, maksud dan tujuan serta metode-metode yang digunakan
dalam pengumpulan data untuk menyusun paper ini. Selain itu, penulis juga
menguraikan mengenai ruang lingkup permasalahannya yang dibahas dan sistematika
penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini, penulis menguraikan tentang
materi-materi yang akan dibahas karena bab ini merupakan bab utama dari paper
ini. Dalam bab ini penulis menguraikan tentang Pemahaman mengenai Website Semantik
Tanpa Table (table less) dengan
Photoshop dan Dreamweaver.
BAB III PENUTUP
Dalam bab ini, penulis menguraikan tentang
kesimpulan dari masalah yang dibahas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pemahaman mengenai Web Semantik
Menurut Jhon Markoff WEB SEMANTIK adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Melalui web semantik inilah berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasi informasi dengan cara yang lebih mudah. Jadi, Web semantik ( semantic web ) merupakan perkembangan dari www ( world wide web ) pada tahun 2002, dimana konten web yang di tampilkan tidak hanya dengan format bahasa manusia yang umum tetapi juga bisa di baca dan digunakan oleh bahasa mesin.
Web Semantik adalah sekumpulan informasi yang dikumpulkan dengan metode tertentu agar dapat dengan mudah diproses oleh mesin, dalam skala yang besar. Ini seperti cara yang e_sien dari representasi data pada World Wide Web, atau sebagai database global yang saling terhubung. Web Semantic dikembangkan oleh sebuah tim di World Wide Web consortium. Hingga saat ini Web Semantic masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan, karena teknologi ini masih baru digunakan dan tim masih mengembangkan metode masing-masing untuk mengembangkan Web Sematic.
Web Semantik terdiri dari seperangkat prinsip-prinsip desain, kelompok kerja kolaboratif, dan berbagai teknologi. Beberapa elemen dari Web Semantik yang dinyatakan sebagai calon masa depan dan unsur-unsur lain dari Web Semantik disajikan dalam spesifikasi formal dimaksudkan untuk memberikan deskripsi formal konsep, istilah, dan hubungan dalam satu domain Istilah tertentu.
Web Semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan Web Semantik. Web Semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL. komponen-komponen penyusun dari WEB 3.0 antara lain :
- Web Semantic
- Format Mikro
- Pencarian dalam bahasa pengguna
- Penyimpanan data dalam jumlah besar
- Pembelajaran lewat mesin
2.2. Keuntungan Web Semantik
Dengan metode tradisional data-data disimpan pada halaman web tersebut sangat beragam. Sehingga ini masih mungkin digunakan untuk skala pemakai terbatas. Tetapi jika akan digunakan dalam skala yang luas maka akan menjadi kesulitan, karena tidak ada sistem yang global yang dapat digunakan untuk merepresentasikan data dengan cara tersebut yang dapat di proses oleh setiap pemakai. Sebagai contoh ada informasi mengenai olah raga, cuaca, dan lain-lain, kesemua informasi tersebut masing-masing jumlahnya jutaan dan dibuat oleh pembuat yang berbeda-beda, yang masing-masing memiliki bahasa dan metode tersendiri untuk menyimpan informasi tersebut dan kesemua informas tersebut ditampilkan dalam halaman HTML, Hal tersebut sangat sulit dilakukan kalau menggunakan metode tradisional.
Seperti halaman web biasa yang memiliki service seperti mesin pencari yang menggabungkan berbagai macam halaman kedalam satu koleksi yang sama. Web Semantic juga memiliki hal yang sama, perbedaanya terletak pada metode pencarian halaman web yang diinginkan. Jika pada halaman web biasa hanya hanya dapat mencari halaman web yang memiliki sebuah atau beberapa kata yang menjadi bahan pencarian, sedangkan dalam Web Semantic dapat melakukan pencarian dengan lebih terstruktur, pertanyaan yang spesifik (selama hal tersebut di tulis kedalam bentuk yang dimengerti oleh mesin). Web Semantic tidak hanya tentang bagaimana mengajarkan mesin untuk dapat mengerti bahasa manusia atau memproses bahasa alami dan juga tidak semata-mata untuk membuat sebuah Arti_cial Intelligence, tetapi tujuan utama adalah untuk mempermudah mengumpulkan data-data, lebih diutamakan untuk data yang besar.
2.3. Komponen Web Semantic
Sebuah web Semantic tidak berdiri sendiri, terdiri dari berbagai macamkomponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lainya. Komponen yang terdapat dalam sebuah web semantic antara lain:
- XML, menyediakan sintaksis untuk dokumen yang terstruktur;
- XML Schema, adalah bahasa untuk membatasi struktur dari dokumen XML
- RDF, model data sederhana yang berhubungan dengan object (“resource”) dan bagaimana mereka berhubungan. Sebuah model data RDF dapat ditulis dengan sintaksis XML
- Skema RDF, adalah vocabulary untuk mendeskripsikan property dan class dari RDF;
- OWL, menambahkan beberapa kosa kata untuk menjelaskan property dan class, antara lain: hubungan antara class, kardinalitas, persamaan, karakteristik dari property.
- DAML adalah usaha untuk menyediakan primitive pemodelan yang lebih kaya dari pada RDF dan RDF schema. Kemudian digabung dengangroup lain, dinamakan Ontology Inference Language (OIL), yang berusaha untuk menyediakan kalsifikasi yang lebih baik dengan menggunakan konstruksi dari kecerdasan buatan yang berbasis frame.
2.4. Fungsi Web Semantic
Seperti telah dijelaskan di atas bahwa tujuan utama dalam penerapan web Semantic adalah untuk menemukan informasi yang tepat dan cepat dalam kumpulan informasi yang tersebar luas dalam dunia internet. Dengan melihat tujuan tersebut maka web semantic lebih tepat untuk penggunaan di dalam perusahaan yang biasanya membutuhkan informasi dalam waktu yang cepat, dan informasi tersebut mengambil referensi dari banyak sumber. Dalam sebuah perusahaan web semantic dapat digunakan untuk :
- Decision Suport
- Business Development;
- Information Sharing and Knowledge;
- Administration and Automation.
2.5.
Website Semantik Tanpa Table (table less) dengan Photoshop dan Dreamweaver
Cara membuat website
semantik tanpa tabel dan tentunya masih menggunakan photoshop dan dreamweaver.
Bila anda belum membaca tutorial sebelumnya, saya sarankan untuk membaca dan
mempraktekannya terlebih dahulu supaya lebih mantap lagi untuk memulai project.
Project ini sedikit agak rumit dan bila koneksi anda menggunakan dial-up
tutorialnya mungkin lumayan lama karena yang pasti kali ini banyak sekali
gambar yang harus di-load. Bila salah satu image dalam tutorial ini tidak
muncul, klik kanan pada image kemudian pilih show image (untuk FFox, disarankan
selalu menggunakan FireFox). Tampilan project website kita kali ini adalah
sebagai berikut :
Membuat Desain Awal dengan Photoshop
Silahkan
buka photoshop anda kemudian buat kanvas baru dengan ukuran 1280 X 800 pixel dan
background content white,
settingan yang lainnya tidak perlu dirubah.
Double
click pada layer 0 yang baru saja dibuat, ganti nama layer menjadi background.
Selanjutnya click kanan pada layer background dan pilih blending option :
pada
dialog blending option centang dan klik gradient overlay kemudian atur gradasi
warna sehingga menjadi seperti pada gambar berikut :
pilih
ellipse tool
kemudian buat bidang bulat pada layer background yang telah diberi warna
gradasi hitam putih, sehingga menjadi sebagai berikut :
buatkan
bidang yang sama dengan variasi warna yang berbeda sebanyak 5 buah sehingga
menjadi sebagai berikut :
klik
bidang yang telah dibuat kemudian pilih Filter
- Blur - Gausian Blur, ubah radius Gausian Blur menjadi 90 seperti setingan
pada gambar dibawah, lakukan setingan tersebut pada semua bidang :
apa
yang kita lakukan diatas akan menghasilkan gambar sebagai berikut :
buat
lagi bidang berwarna putih dengan ellipse
tool kali ini buatlah bidang yang agak lonjong kemudian
tempatkan disebelah atas :
Atur
fill opacity
bidang yang baru saja dibuat pada blending
option menjadi 10 sehingga gambar menjadi sebagai berikut :
Dengan
demikian background untuk website kita kali ini bisa dikatakan selesai, anda
bisa saja menambahkan variasi sesuka anda. Sebagai catatan saja dari saya,
background yang kita buat usahakan selalu dengan ukuran 1280 x 800 pixel atau
lebih. Seperti yang kita ketahui rata-rata resolusi notebook adalah 1280 x 800
pixel, sedangkan rata-rata desktop berukuran hanya 1024 x 780 pixel. Jika kita
membuat background dengan ukuran lebar 1024 tentu tidak akan tampil bagus pada
resolusi diatasnya, diatas semua itu lebih baik lagi bila kita bisa membuat background
yang dinamis namun indah dan dengan ukuran byte yang rendah.
Setelah
anda selesai dengan background diatas, selanjutnya mari kita buat design untuk
layout content website kita.
Buatlah
sebuah kanvas baru berwarna hitam dengan ukuran 640 x 640 pixel, kemudian pilih
rounded rectangle tools
ubah radiusnya menjadi 20px dan buatkan bidang berwarna putih.
geser
layout content tersebut ke dalam background yang sebelumnya kita buat dengan
menggunakan move tool
.. klik kanan pada layout kemudian pilih blending option
gunakan setingan berikut
hasil
dari penambahan stroke
dan gradient overlay
pada layout content yang telah di gabungkan dengan background akan menghasilkan
gambar sebagai berikut
buat
sebuah kanvas kemudian tambahkan bulatan-bulatan hitam dengan ellipse tool diatas
kanvas sehingga membentuk gambar seperti awan hitam, klik kanan pada layers kemudian pilih merge visible
Gabungkan
gambar awan dengan design website sebelumnya kemudian tambahkan bulatan-bulatan
hitam lain disekelilingnya sehingga kita mendapatkan design website seperti
gambar berikut
OK
sekarang content website dan background sudah jadi, selanjutnya mari kita buat Design Menu untuk
website kita. langkah pertama adalah buat bidang persegi dengan rectangle tool pada
bagian atas content selebar content atau 700 pixel kemudian tambahkan gradient overlay pada blending option dengan
variasi warna merah tua dengan hitam (caranya sama seperti sebelumnya)
buatkan
lagi bidang kali ini dengan rounded
rectangle tool disebelah pojok kiri atas yang nantinya akan
kita gunakan untuk input pencarian, beri gradisi warna seperti sebelumnya
tambahkan icon pencarian diatas bidang. selanjutnya disebelah kanan atas
tambahkan logo website anda sehingga bagian atas menu tampak seperti gambar
berikut
Dengan
demikian maka layout website kita sudah jadi dengan tampilan yang lumayan keren
Mark
Up Design dengan xHTML dan CSS
Sekarang
anda sudah memiliki design website yang anda buat sendiri dengan photoshop, nah
langkah selanjutnya adalah membuat Mark Up atas Desain yang telah kita buat
kedalam xHTML dan CSS, silahkan buka Macromedia Dreamweaver anda.
Buat
sebuah file HTML baru dengan tipe dokumen DTD XHTML Strict 1.0 save file dengan nama index.html.
Setiap
kita membuat file baru maka akan ditampilkan tag html bawaan, ubah tag
<title>Untitled
Document</title> yang berfungsi untuk memberi title website
pada tab browser sesuai dengan title website yang anda kehendaki.
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html;
charset=iso-8859-1" />
<title>Welcome | Websiteku</title>
</head>
<body>
</body>
</html>
Sebelum
melanjutkan XHTML mari kita kembali lagi ke photoshop untuk menyiapkan
background dokumen, pastikan save gambar pada photoshop yang telah kita buat
dengan ekstensi psd. Delete dulu semua image menu, kemudian pada blending option untuk layout content
centang dan ubah color overlay menjadi hitam pekat ( #000000 )
potong
atau crop
gambar sehingga memiliki ukuran dengan kb yang lebih kecil, buat persis menjadi
sebagai berikut dan pastikan layout hitam berada ditengah-tengah..
Simpan
gambar background yang telah di crop dengan nama background.jpg, tempatkan pada
direktori image yang terdapat pada direktori index.html. Ingat pada saat
menyimpan gambar, gunakanlah save
for web sehingga kita bisa mengoptimasi ukuran byte gambar dan
gambar lebih cepat untuk di load oleh browser
kita
terapkan CSS untuk Tag body XHTML. Sementara untuk memudahkan kita, terapkan
CSS dengan cara internal style sheet dulu baru kemudian setelah semua mark up
selesai kita pindahkan menjadi eksternal stylesheet dengan ekstensi tersendiri.
bila anda belum paham dengan penerapan CSS silahkan buka artikel saya
sebelumnya Pengertian CSS dan Cara Penerapan CSS pada HTML. OK,
tambahkan tag CSS berikut dibawah tag title html
<style media="screen">
body {
margin:0;
background:#000000 url(images/background.jpg) no-repeat top;
font: normal medium "Trebuchet MS", Arial, Helvetica, sans-serif;
}
</style>
Penambahan
mark up css diatas bila kita lihat di browser akan menampilkan dokumen web
sebagai berikut
Sekarang
kembalikan lagi layout content web menjadi putih kembali ( undo color overlay )
kemudian delete layout background sehingga kita mendapatkan gambar sebagai
berikut
klik
kanan pada layer kemudian pilih merge
visible pastikan bagian tetap transparent persis seperti gambar
diatas. Selanjutnya potong gambar dengan crop menjadi tiga bagian, bagian yang
harus dipotong dapat anda lihat pada gambar dibawah ditandai dengan warna
merah, pastikan presisi pemotongan gambar sama..
simpan
(save for web) ketiga gambar yang telah dipotong dengan ekstensi PNG pada
folder images.
- Potongan #1
simpan dengan nama bgheader.png
- Potongan #2
simpan dengan nama bgcontent.png
- Potongan #3
simpan dengan nama bgfooter.png
saya tidak memberi patokan ukuran
masing-masing potongan, maka dari itu buka semua potongan yang tadi telah
disimpan klik kanan pada bagian title kemudian pilih image size untuk
mengetahui ukuran pixel potongan anda dan ingat baik-baik ukuran pixel gambar2
tersebut.
Selanjutnya
pada style css dibawah body tambahkan kode sebagai berikut
<style media="screen">
.header{
width: 646px;
height: 170px;
margin: 0;
background:url(images/bgheader.png) bottom right no-repeat;
}
.content{
width: 646px;
margin: 0 auto;
height:500px;
background:url(images/bgcontent.png);
}
.container{
padding : 10px;
}
.footer{
width: 646px;
height: 30px;
margin: 0 auto;
background:url(images/bgfooter.png) top right no-repeat;
}
</style>
Ukuran
width dan height pada property css diatas tergantung dari hasil potongan gambar
anda, oleh karena itu untuk width dan height-nya jangan mengacu pada kode
diatas silahkan mengacu pada gambar anda.
tambahkan
juga tag HTML berikut pada body
<div class="header"></div>
<div class="content">
<div class="container"> </div>
</div>
<div class="footer"></div>
Dengan
demikian maka tag HTML sekarang menjadi sebagai berikut
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html;
charset=iso-8859-1" />
<title>Welcome | Websiteku</title>
<style media="screen">
.header{
width: 646px;
height: 170px;
margin: 0;
background:url(images/bgheader.png) bottom right no-repeat;
}
.content{
width: 646px;
margin: 0 auto;
height:500px;
background:url(images/bgcontent.png);
}
.container{
padding : 10px;
}
.footer{
width: 646px;
height: 30px;
margin: 0 auto;
background:url(images/bgfooter.png) top right no-repeat;
}
</style>
</head>
<body>
<div class="header"></div>
<div class="content">
<div class="container"> </div>
</div>
<div class="footer"></div></body>
</html>
Tag
HTML diatas sementara akan menghasilkan dokumen website seperti gambar dibawah.
Apabila tidak tampil seperti gambar dibawah berarti ada yang salah dengan
presisi width dan height pada property CSS, trus utak-atik ukuran width dan
heightnya hingga mempunyai presisi yang benar.
Div
dengan atribut class content akan mengikuti isi karena tidak dipatok dengan
ukuran height. sedangkan isi content sendiri kita masukan didalam container.
bila kita menambahkan beberapa paragraph pada content maka kita akan mendapatkan
tampilan sebagai berikut
Ok
tutorial membuat website table less dengan photoshop dan dreamweaver bagian
pertama hanya sampai disini.. dibagian kedua nanti kita akan belajar membuat
menu navigasi dan mengisi kolom content kita sehigga content kita tidak hanya
paragraph saja, he.... Bila anda ingin mengetahui dan suka dengan artikel saya
ini silahkan subscribe RSS nya. Terimakasih untuk kunjungannya
Belajar
Membuat Website dengan Photoshop dan Dreamweaver
Sebelum kita memulai tutorial cara membuat
website sederhana dengan menggunakan photoshop dan dreamweaver ini, tentunya
terlebih dahulu anda harus menginstal aplikasi Photoshop dan Dreamweaver. Kedua
aplikasi ini tidak gratis tapi merupakan pilihan yang tepat untuk membuat
project website, untuk membeli aplikasi ini anda dapat men-download-nya di
situs resmi adobe yaitu www.adobe.com. Apabila anda sudah memiliki kedua
aplikasi tersebut mari kita langsung saja memulai project pembuatan website
sederhana.
Ada banyak alasan mengapa orang ingin membuat websitenya sendiri. Antara lain,
mereka ingin agar tulisan-tulisan, gambar, serta suasana hati mereka dapat
dibaca oleh banyak orang atau pun mencoba untuk belajar dan siapa tau kalau
sudah menjadi webmaster
bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat suatu jasa pembuatan
website. Pada proyek pertama ini, kita akan menciptakan salah satu bentuk
website pribadi, yaitu "Websiteku".
Websiteku ini didesain dengan nuansa full color sehingga mempunyai kesan yang
menarik dan indah walaupun bisa dibilang proyek pertama ini sangat sederhana
sekali atau SSS ,
hehehe. Walaupun demikian anda bisa memodifikasinya sendiri sesuai dengan yang
anda sukai. Berikut merupakan hasil jadi dari proyek Websiteku
Membuat Disain
Awal dengan Photoshop
jalankan aplikasi
photoshop anda dan siapkan sebuah kanvas baru, caranya pilih file - new lalu
gunakan setting berikut:
Width : 700 pixel
Height : 875 pixel
Resolution : 72 pixel/inch
Background Content : Transparent
Pilih rounded retangle
tool pada tool
panel dan samakan setingan dengan gambar dibawah kemudian buat
bidang berbentuk segi panjang vertical seperti pada gambar dibawah
Pilih layer click kanan pada
layer 1 (bidang yang anda buat) kemudian click gradient dan pilih gradasi warna
yang anda sukai... pastikan warna bawah adalah warna dasar putih
Hasil dari gradasi yang anda buat akan menghasilkan gambar seperti berikut :
buatlah bidang untuk panel menu dengan rounded
retangle tool pada tool
panel seperti sebelumnya beri sentuhan warna yang berbeda
dengan layer pertama tetapi tidak melenceng dari tema anda, kemudian tempatkan
pada sebelah kiri atas sehingga anda mendapatkan gambar seperti dibawah ini
buatkan lagi sebuah bidang untuk daftar menu yang kali ini lebih kecil dari
sebelumnya dengan rounded
retangle tool pada tool
panel, tempatkan sejajar dengan bidang yang anda buat
sebelumnya arahkan 25ο dengan move
tool
kemudian copy layer bidang dengan cara tekan ctrl+alt+shift dan
geser kebawah sebanyak 4 kali. Beri sentuhan warna pada bidang yang telah anda
buat sehingga akan tampak seperti berikut:
Ketik daftar menu gunakan Type
Tool dengan lambang (T)
pada tool panel
dengan isi : Halaman Utama, Tentang Saya, Galerry Foto dan Link. Kemudian pada
sebelah kanan beri Logo yang sesuai dengan keinginan anda dan judul Website
anda. Sampai tahapan ini kita sudah berhasil merancang layout Websiteku dengan
tampilan sebagai berikut
Gunakan Slicetool
kemudian slice Layout website menjadi 6
bagian yaitu : 4 slice untuk daftar menu, 1 slice untuk logo, dan 1 lagi untuk
untuk content/ isi web.
Sekarang anda tinggal menyimpanya saja. Pilih
File->Save For Web dan akan muncul wizard seperti berikut:
pada opsi dibawah save, ganti format gambar dari gif menjadi png-8 kemudian
save, sebelum di save beri nama file anda dengan index dan simpan
layout anda pada 1 folder yang anda beri nama Websiteku
Sampai sini design
untuk layout dengan menggunakan photoshop sudah selesai dan selanjutnya anda
tinggal melakukan mark-up atas file index.html
yang telah kita save tadi dengan macromedia Dreamweaver.
Mark-Up Tag HTML
dengan Dreamweaver
Setelah desain web
di-slice dengan photoshop, sekarang saatnya kita melakukan sedikit modifikasi
dengan menggunakan Dreamweaver. dreamweaver yang saya gunakan adalah
dreamweaver versi 8 padahal sekarang sudah ada lho yang versi CS 4, hihi.
Langsung saja jalankan aplikasi buatan Macromedia ini dan Anda akan melihat
tampilan seperti gambar dibawah ini:
buka file index.htm
yang telah kita save pada sesi photoshop dengan cara pilih File->Open setelah
file index.html dibuka pada dreamweaver delete gambar slice yang 6 keenam atau
gambar dengan nama index_06.png, yaitu gambar yang digunakan untuk isi content.
Jangan Heran bila tampilan layout website menjadi hancur seperti gambar
dibawah, atur tabel HTML sehingga tampilan web menjadi normal lagi
Setelah anda mengatur tata letak gambar pada tabel, pindahkan opsi view ke show code view
sehingga anda dapat melihat Tag-tag Mark-up HTML seperti berikut :
Nah selanjutnya kita Modif tag HTML dengan menambahkan Cascading Style Sheets (CSS ), caranya tambahkan tag yang berwarna merah
pada tag berikut kedalam tag HTML anda.
<html>
<head>
<title>Untitled-1</title>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1">
<style type="text/css">
.content {
background:url(images/index_06.png) bottom;
padding:20px 20px 40px 20px;
}
</style>
</head>
<body bgcolor="#FFFFFF" leftmargin="0" topmargin="0" marginwidth="0" marginheight="0">
<!-- ImageReady Slices (Untitled-1.psd) -->
<table id="Table_01" align="center" width="700" height="377" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="94">
<img src="images/index_01.gif" width="281" height="94" alt=""></td>
<td rowspan="4">
<img src="images/index_02.gif" width="419" height="328" alt=""></td>
</tr>
<tr>
<td height="76">
<img src="images/index_03.gif" width="281" height="76" alt=""></td>
</tr>
<tr>
<td height="64">
<img src="images/index_04.gif" width="281" height="64" alt=""></td>
</tr>
<tr>
<td height="94">
<img src="images/index_05.gif" width="281" height="94" alt=""></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" class="content" ></td>
</tr>
</table>
<!-- End ImageReady Slices -->
</body>
</html>
Dengan demikian maka kerangka website anda sudah jadi. Langkah selanjutnya
kembalikan tampilan dreamweaver ke design view "Show Design View"
kemudian isi bagian kolom content
dengan hal-hal yang ingin anda publikasikan pada website anda. setelah selesai
save index.html,
lalu save as dengan nama file yang berbeda about.html pada folder yang sama, save as
lagi dengan nama file gallery.html
dan yang terakhir link.html.
Sehingga kini anda memiliki 4 (empat) file html yang berbeda (semuanya harus
dalam folder yang sama).
Isi kolom content pada masing-masing file yang sudah anda buat sesuai dengan
tema masing-masing file, yakni isi halaman utama website, tentang kita, galeri
dan link. saya contohkan dibawah merupakan isi halaman utama.
Langkah terakhir setelah mengisi semua file adalah menghubungkan/melink-an file
yang satu dengan yang lain. caranya mudah saja. click setiap menu link pada website kita
lalu pada properties
pilih link dan click icon folder seperti dapat dilihat pada
gambar dibawah :
pilih file yang ingin dihubungkan
Lakukan hal yang sama dan hubungkan semua file...
It's done, kini anda
mempunyai website yang anda rancang sendiri.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Untuk membangun aplikasi Web Semantik ini, hal pertama yang harus dipahami adalah:
Pengertian ontology
XML|XMLS/RDF|RDFS/OWL, toolsnya bisa menggunakan Protégé, Altova SemanticWorks, dll
Setelah memahami kedua hal tersebut, kemudian dibuat ontologynya. Tools yang dapat digunakan untuk mengelola ontology , diantaranya (ini seperti server) :
JENA
Sesame (openrdf.org)
Virtuoso, dll
Sedangkan bahasa untuk query ontology adalah : SPARQL
Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.
Kelebihan pada Web 3.0 (Web Semantik) :
- Kecepatan berinteraksi antar apps, karena menggunakan sarana HTTP
- Ketepatan / Keakuratan data, karena data yang dikirim (request) dan diterima (response) semuanya berbasiskan XML
- Kemudahan, mengola request dan response, karena standar pesan XML
- Fleksibel, contoh aplikasi PHP mampu berhubungan dengan java, begitu sebaliknya, karena semuanya menggunakan protokol HTTP.
- Bukti joomla (PHP) kini mampu berhubungan dengan alfresco yang dibangun dengan java
- Metode : XML-RPC, SOAP, dan REST.
DAFTAR
PUSTAKA






0 komentar:
Posting Komentar