PENERAPAN E-BUSINESS DI INDONESIA
Definisi e-Business
Menurut O’Brien (2005) menjelaskan bahwa e-business adalah
penggunaan internet dan jaringan serta teknologi informasi lainnya untuk
mendukung e-commerce, komunikasi dan kerjasama perusahaan, dan berbagai proses
yang dijalankan melalui web, baik dalam jaringan perusahaan maupun dalam para
pelanggan serta mitra bisnisnya.
Lebih lanjut O’Brien menjelaskan bahwa saat ini banyak
perusahaan yang telah berpindah dari system warisan berbasis mainframe ke
aplikasi klien/server lintas fungsi dengan melibatkan pemasangan software
enterprise resource planning, supply chain management, atau customer
relationship management dari SAP America, PeopleSoft, Oracle, dan
perusahaan-perusahaan lain.
Sementara menurut Mohan Sawhney mendefinisikan e-Business
sebagai : “The use of electronic networks and associated technologies to
enable, improve, enhance, transform, or invent a business process or business
system to create superior value for current or potential customers”. Secara
prinsip definisi tersebut jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik
dan digital berfungsi sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis
(pertukaran barang atau jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan
cara-cara konvensional, terutama dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh
mereka yang berkepentingan atau stakeholder.
Ruang Lingkup e-Business
Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian
e-Business, cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan prinsip 4W (What,
Who, Where, dan Why).
a) Dimensi WHAT
Banyak orang mempertukarkan istilah e-Business dengan
e-Commerce. Secara prinsip, pengertian e-Business jauh lebih luas dibandingkan
dengan e-Commerce; bahkan secara filosofis, e-Commerce merupakan bagian dari
e-Business. Jika e-Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau
mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, e-Business
memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi
antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi
antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara
perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya. Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin
komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan
bermilyar-milyar entiti (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.) yang ada
di dunia maya; karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah
sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari e-Business.
b) Dimensi WHO
Siapa saja yang terlibat di dalam eBusiness? Seperti yang
tersirat dalam definisinya, semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi
dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis (business process)
merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup eBusiness. Paling
tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam
mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device,
Employee, Family, dan Government.
c) Dimensi WHERE
Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya
kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam eBusiness. Jawabannya sangat singkat dan
mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas
elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis
konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar
perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam eBusiness, interaksi dapat
dilakukan melalui berbagai kanal akses. Dengan kata lain, istilah dimana saja
untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang
muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi eBusiness.
d) Dimensi WHY
Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis
tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk
mengimplementasikan eBusiness sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa
mendatang. Penerapan konsep eBusiness secara efektif tidak saja menguntungkan
perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yang dapat dihemat (cost
cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan
level pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang
dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada
masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan
transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang
bisnis baru di dalam menerapkan konsep e-Business.
Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan
konsep jejaring (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan
menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk
menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan.
Keuntungan e-Business
Menurut Charles R. Rieger dan Marry P. Donato setidaknya ada
5 keuntungan yang ditawarkan oleh e-Business yakni :
1). Efficiency
Sebuah riset memperlihatkan bahwa kurang lebih 40% dari
total biaya operasional perusahaan diperuntukkan bagi aktivitas penyeberan
informasi ke divisi-divisi terkait. Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi
maka terlihat bagaimana perusahaan dapat mengurangi total biaya operasional.
Contohnya adalah bagaimana fasilitas email dapat mengurangi biaya komunikasi
pengiriman dokumen.
2). Effectiveness
Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi, pelanggan dapat
berhubungan dengan perusahaan kapan saja, dalam 7 hari seminggu dan 24 jam non
stop.
3). Reach
Perusahaan mampu memperluas jangkaun dan ruang gerak
perusahaan untuk ekspansi dengan mudah(menembus batas ruang dan waktu) dan
tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal.
4). Structure
Konsep brick-and-morter menjelma menjadi click-and-morter
telah mengubah prilaku perusahaan dalam pendekatan bisnis.
5). Opportunity
Terbukanya peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk
berinovasi menciptakan produk-produk atau jasa-jasa baru akibat ditemukannya
teknologi baru dari masa ke masa.
FAKTOR PENDORONG E-BUSINESS
Perkembangan implemantasi konsep e-business disebuah
industri atau negara sangat dipengaruhi oleh external driving force yaitu :
Customer Expectations, Competitive Imperatives, Deregulation, dan Technology.
1). Customer Expectations
Yang diharapkan konsumen pada saat ini tidak cukup dipuaskan dengan baiknya kualitas sebuah produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya pelayanan pra dan pasca jual yang baik. Spektrum pelayanan yang dimaksud antar lain : Pemesanan dapat dilaksanakan anytime, anywhere, pembayaran pembelian produk dengan metode yang beragam misalnya kartu kredit, kartu debit maupun layanan transfer, dan adanya fasilatas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga kompetitif, dan lain-lain.
Yang diharapkan konsumen pada saat ini tidak cukup dipuaskan dengan baiknya kualitas sebuah produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya pelayanan pra dan pasca jual yang baik. Spektrum pelayanan yang dimaksud antar lain : Pemesanan dapat dilaksanakan anytime, anywhere, pembayaran pembelian produk dengan metode yang beragam misalnya kartu kredit, kartu debit maupun layanan transfer, dan adanya fasilatas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga kompetitif, dan lain-lain.
2). Competitive Imperatives
Globalisasi telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang sangat ketat. Pelanggan akan dengan mudah membandingkan kualitas produk dan pelayanan antar perusahaan, hal ini memaksa perusahaaan mengembangkan strategi bisnis yang tepat.
Globalisasi telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang sangat ketat. Pelanggan akan dengan mudah membandingkan kualitas produk dan pelayanan antar perusahaan, hal ini memaksa perusahaaan mengembangkan strategi bisnis yang tepat.
3). Deregulation
Secara makro deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah
maupun negara-negara lain telah (lembaga lain seperti WTO, APEC, AFTA) turut
mewarnai bentuk dunia usaha dimasa datang terutama dengan konsep perdagangan bebas
antar negara dan industri. Internet disini dinggap sebagai sebuah arena dimana
konsep kompetisi sempurna dan pasar terbuka telah terjadi terutama produk
–produk dan jasa-jasa yang dapat digitalisasi.
4). Technology
e-business adalah kemajuan teknologi informasi yang didominasi oleh percepatan teknologi komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya kritikal bagi perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari dimungkinkannya model-model bisnis baru.
e-business adalah kemajuan teknologi informasi yang didominasi oleh percepatan teknologi komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya kritikal bagi perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari dimungkinkannya model-model bisnis baru.
EMPAT TAHAP EVOLUSI E-BUSINESS
Jalan evolusi (perubahan secara perlahan, natural, namun
pasti) merupakan cara yang nampaknya paling banyak dipilih oleh
perusahaan-perusahaan di negara berkembang yang ingin menerapkan konsep
e-business karena prinsip kehati-hatian yang mereka miliki.
Ada empat tahapan evolusi yang dapat dijadikan pegangan atau
panduan bagi perusahaan yang ingin melakukan hal tersebut, yaitu Inform,
Automate, Integrate, dan Reinvent.
1) Tahap Inform
Pada tahap awal ini, yang biasanya terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet. Biasanya hal-hal kecil ini berasal dari ide salah satu atau sekelompok orang di unit organisasi terkait karena yang bersangkutan memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang internet. Sifatnya yang lebih sekedar menyebarkan informasi sehubungan dengan aktivitas terkait di dalam sebuah unit perusahaan, maka biasanya aplikasi-aplikasi tersebut bersifat mandiri dan bebas, dalam arti kata tidak diintegrasikan dengan perangkat lunak aplikasi lainnya yang ada di perusahaan. Berhasil tidaknya proyek e-business tersebut juga masih berdasarkan pada analisa atau kajian efisiensi yang dicapai.
2) Tahap Automate
Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan. Keseluruhan rangkaian proses ini secara otomatis dibantu alurnya oleh aplikasi e-business. Tidak jarang pula kerap dikembangkan berbagai aplikasi yang melibatkan pelanggan (customers) dalam prosesnya. Value yang dituju pada tahapan ini adalah efektivitas, yaitu sebuah hal yang pada awalnya sangat sulit untuk dilakukan, tetapi dengan adanya aplikasi e-business hal-hal baru dapat dilakukan oleh perusahaan.
3) Tahap Integrate
Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar perusahaan. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaannya secara signifikan. Level integritas proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat tinggi; bahkan tidak jarang dibutuhkan suatu manajemen integrasi proses bisnis yang online dan real-time. Value terbesar yang diperoleh perusahaan di sini adalah meningkatnya keunggulan kompetitif (hal yang membedakan perusahaan dengan para pesaingnya).
4) Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada. Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent” karena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan konsep e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang mekanisme dan model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang-peluang usaha baru yang ditawarkan oleh e-business.
Pada tahap awal ini, yang biasanya terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet. Biasanya hal-hal kecil ini berasal dari ide salah satu atau sekelompok orang di unit organisasi terkait karena yang bersangkutan memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang internet. Sifatnya yang lebih sekedar menyebarkan informasi sehubungan dengan aktivitas terkait di dalam sebuah unit perusahaan, maka biasanya aplikasi-aplikasi tersebut bersifat mandiri dan bebas, dalam arti kata tidak diintegrasikan dengan perangkat lunak aplikasi lainnya yang ada di perusahaan. Berhasil tidaknya proyek e-business tersebut juga masih berdasarkan pada analisa atau kajian efisiensi yang dicapai.
2) Tahap Automate
Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan. Keseluruhan rangkaian proses ini secara otomatis dibantu alurnya oleh aplikasi e-business. Tidak jarang pula kerap dikembangkan berbagai aplikasi yang melibatkan pelanggan (customers) dalam prosesnya. Value yang dituju pada tahapan ini adalah efektivitas, yaitu sebuah hal yang pada awalnya sangat sulit untuk dilakukan, tetapi dengan adanya aplikasi e-business hal-hal baru dapat dilakukan oleh perusahaan.
Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar perusahaan. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaannya secara signifikan. Level integritas proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat tinggi; bahkan tidak jarang dibutuhkan suatu manajemen integrasi proses bisnis yang online dan real-time. Value terbesar yang diperoleh perusahaan di sini adalah meningkatnya keunggulan kompetitif (hal yang membedakan perusahaan dengan para pesaingnya).
4) Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada. Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent” karena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan konsep e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang mekanisme dan model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang-peluang usaha baru yang ditawarkan oleh e-business.
MODEL ARSITEKTUR APLIKASI E-BUSINESS
Ada dua model arsitektur e-business yaitu :
- Model Sequential adalah model arsitektur yang mengembangkan aplikasi berdasarkan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan. Untuk mengintegrasikan fungsi fungsi tersebut diperlukan interface agar output dari aplikasi dapat dibaca oleh aplikasi lain.
- Model Synchronous adalah Aplikasi besar yang akan mensikronisasi mekanisme IPO masing-masing unit dengan cara memusatkan data dan proses pada sebuat titik.
Salah satu kelemahan konsep arsitektur sekuensial yang cukup
mendasar adalah aspek kecepatan dan reliabilitas dan untuk mengatasi
permasalahan kecepatan dan reliabilitas digunakan konsep arsitektur
sinkronisasi.
PROSPEK E-BUSINESS DI INDONESIA
Melalui berbagai kajian terhadap perkembangan e-business
maka paling tidak terdapat 10 prospek e-business di Indonesia yaitu :
- E-business Type. e-Business yang menggunakan media internet dan web tentu memiliki tipe yang transaksi yang cepat dan lebih akurat. Hal ini akan sangat mendukung kinerja perusahaan karena stakeholder perusahaan termasuk pelanggan, distributor, supplier, mitra bisnis, dan maupun masyarakat yang memanfaatkan media internet akan sangat terbantu karena dapat melakukan transaksi dengan perusahaan dengan batas waktu yang diinginkan.
- Community. Perkembangan penduduk saat ini sangat pesat seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga generasi sekarang labih banyak yang telah memanfaat fasilitas-fasilitas yang disediakan melalui teknologi informasi seperti internet dan web termasuk trendnya sudah banyak yang memanfaatkan e-business dan e-commerce melalui media internet. Kondisi ini tentu menjadi peluang baik untuk tumbuh dan berkembangnya e-business d Indonesia.
- Content. Secara hitungan bisnis sebenarnya pihak perusahaanlah yang paling diuntungkan dalam system e-business karena dengan diterapkannya e-business maka perusahaan akan dengan mudah mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru dengan waktu yang relatif singkat dan biaya yang sangat efisien. Sedangkan end user memang mendapatkan keuntungan juga tetapi lebih pada terbantunya dalam mengakses dan memenuhi kebutuhan hidupnya, berbeda dengan keuntungan yang didapat dari perusahaan adalah dalam bentuk laba usahanya.
- Technology Device. Perkembangan teknologi berbasis PC akan bergeser ke teknologi digital ditambah microprosessor seperti PDA sehingga penerapan e-business ke depan akan sangat mudah dan sangat terbantu oleh perangkat-perangkat lainnya.
- Access Channels. e-Business yang beroperasi menggunakan media internet dan web tentunya sangat menguntungkan perusahaan yang menerapkan e-business. Oleh karena, akan terbuka akses yang lebih luas untuk tujuan-tujuan perusahaan. Berkembangnya teknologi informasi semacam internet dan website menawarkan perusahaan yang berminat mengimplementasikan kanal akses tersebut.
- Regulation. E-business berkaitan erat dengan aktifitas pencarian laba finansial maka pemerintah akan mengikuti negara-negara maju dalam menerapkan regulasi e-business yang kondusif. Walaupun undang-undang yang mengatur tentang perdagangan melalui elektronik business ini masih ada hal yang masih merugikan pihak konsumen akan tetapi trend penggunaan e-business yang semakin tinggi tetap akan dipilih oleh perusahaan untuk menerapkannya, karena ada dorongan yang sangat kuat akan pentingnya akses ke pelanggan yang cepat, akurat, mudah, dan murah.
- Organization. Faktor budaya, pendidikan, sosial dan perilaku dalam organisasi memegang peranan penting dalam menentukan sukses tidaknya sosialisasi penggunaan teknologi informasi. Di Indonesia masyarakatnya mayoritas adalah orang-orang yang mudah menerima budaya dari tempat lain, rasa social yang tinggi terhadap teman, sahabat, dan keluarga, dan tngkat pendidikan masyarakat Indonesia yang sebagian besar sudah berpendidikan tinggi sehingga akan sangat mudah untuk penerapan e-business dan e-commerce di Indonesi
- Change Strategy. Perusahaan di negara berkembang lebih memilih metode evolusi dibanding revolusi dalam mengimplementasikan e-busines. Indonesia sebagai Negara berkembang menjadi tempat yang cukup baik untuk penerapan e-business dan memiliki peluang yang menjanjikan.
- Business Process. Perusahaan yang sukses akan diraih oleh perusahaan yang mampu mengawinkan konsep tradisional physical value chain dengan virtual value chain. Mobilitas orang di kota besar akan mendorong kita untuk melakukan segala aktivitas dengan cepat. E-business akan membantu akses dan transaksi kita dengan perusahaan dengan cepat karena bias diakses dimana saja dan waktu kapan saja
- System
Approach. E-business baru dapat berkembang jika komponen lain dalam
lingkungan sistem e-business
turut tumbuh dan berkembang secara serentak. Namun di era teknologi seperti
sekarang ini antara sistem e-business dan lingkungan sistemnya kedepan sudah
pasti akan diperbaiki dan menjadi lebih
baik seperti infrastruktur maupun regulasi pemerintah guna menunjang kelancaran
dalam penerapan e-business di Indonesia.
KESIMPULAN
Dari penjelasan mengenai penerapan e-business di Indonesia
di atas dapat ditarik kesimpulan, antara lain :
- Di era teknologi dan kebutuhan konsumen yang sangat dinamis akan membawa perusahaan dan para eksekutif bisnis harus merevolusi aktivitas bisnisnya. Penggunaan media internet, situs web, dan jaringan computer lainnya secara optimal menjadi faktor penting dalam kesuksesan penerapan e-business dan e-commerce di suatu perusahaan.
- Perkembangan sistem e-business dalam suatu perusahaan maupun Negara maju atau berkembang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai pemicu seperti oleh karena konsumen saat ini menginginkan sesuatu yang lebih. Misalkan Pemesanan dapat dilaksanakan anytime, anywhere, pembayaran pembelian produk dengan metode yang beragam misalnya kartu kredit, kartu debit maupun layanan transfer, dan adanya fasilatas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga kompetitif, dan sebagainya.
- Kemajuan e-business juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi itu sendiri karena dalam perkembangan e-business teknologi informasi memiliki fungsi sebagai penggerak dari dimungkinkannya model-model bisnis baru.
- Ada banyak keuntungan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menggerakkan e-business dan e-commerce bagi perusahaan seperti : aktivitas perusahaan akan sangat efektif dan efisien, mampu menjangkau konsumen secara luas dan mampu menembus batas ruang dan waktu dengan mudah dan biaya yang sedikit serta terbukanya peluang yang untuk berinovasi menciptakan produk atau jasa baru akibat ditemukannya teknologi baru dari masa ke masa.
- Prospek pengembangan e-business yang baik di Indonesia dengan semakin banyaknya penduduk maupun perusahaan yang sudah mahir menggunakan media internet dan web sehingga menjadi peluang besar bagi perusahaan dalam menerapkan system e-business maupun e-commerce dalam memasarkan produk dan jasanya dan membina hubungan baik dengan mitra bisnis seperti pelanngan, pemasok, distributor, dan stakeholdernya.






0 komentar:
Posting Komentar